2020 UMM Terima Mahasiswa Baru Jalur Influencer, Minat?

INFOKAMPUS.NEWS – Menjadi Influencer atau kreator konten kini menjadi profesi baru yang digandrungi para generasi Milenial. Meski masih menjadi perdebatan apakah Influencer adalah sebuah profesi, yang pasti mereka punya pengaruh yang kuat di masyarakat. Mereka, yang didominasi generasi Milenial, punya cara tersendiri mengekspresikan karya dan membuat perubahan secara nyata.

Potensi inilah yang ditangkap Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pada penerimaan mahasiswa barunya membuka jalur khusus Influencer. Bagi Youtubers dengan subscriber minimal 5.000 dan Selebgram dengan follower minimal 10.000 akan diseleksi tanpa tes masuk. Tentu prosesnya tak sembarangan, diseleksi lebih dulu lewat mekanisme uji keterampilan.

Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi menegaskan, influencer yang dimaksud di sini adalah influencer Youtuber, Selebgram, dan Selebtwit yang kreatif, edukatif, dan positif. “Tentu kami memperhatikan kontennya.,” tegasnya. Pendaftar, sambungnya, cukup menampilkan link akun YouTube dan Instagram resminya untuk diverifikasi panitia penerimaan mahasiswa baru.

Pertimbangan lain UMM membuka jalur ini juga adalah untuk memberi apresiasi dan mengakomodasi generasi milenial yang kreatif di media sosial. Seperti yang diketahui, bentuk prestasi akademik dan khususnya non-akademik saat ini ada berbagai macam. “Saat ini ada banyak anak muda yang kreatif meng-create konten dan memberi virus positif kepada public,” kata Syamsul.

Baca Juga :  Akibat Langka, Prodi Farmasi UNS Ciptakan Hand Sanitizer

Tetapi, Syamsul memahami, ada bermacam-macam konten di luar sana. Ada konten positif maupun negatif. Namun, tim PMB UMM  punya kriterianya tersendiri untuk jalur ini. “Jadi, UMM tetap punya kriteria yang bagus. Nggak sembarang selebgram diterima, nggak sembarang Youtuber diterima. Tentu kami punya kriteria yang nanti akan diverifikasi oleh tim PMB itu,” tegasnya.

Jalur influencer ini terbuka untuk semua jurusan di UMM, kecuali Fakultas  Kedokteran dan Fikes (Fakultas Ilmu Kesehatan). Syamsul pun tidak menampik, di antara para influencer ada yang memiliki followers palsu. “UMM sangat hati-hati. Kami punya tim yang nanti bisa men-tracking tentang autentisitas kepengikutan mereka atau followers dan subscribe mereka,” ungkap Syamsul.

Pendaftaran yang termasuk jalur prestasi non-akademik ini dibuka hingga 25 April 2020. UMM pun tidak membatasi jenis influencer. Jadi, bisa beauty vlogger, food vlogger, traveler, writer, dan lain-lain bisa ikut jalur ini. “Semua bidang. Intinya kreatif, positif, dan edukatif. Nah, anak-anak muda yang seperti itulah yang ingin diakomodasi UMM,” tandas Syamsul. (Hum/Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *