2nd ICEBUSS FEB Unisma Bahas Finansial Market dan Demokrasi untuk Kesejahteraan Bersama

Infokampus.news, Malang – FEB Unisma gelar 2nd International Conference Economics, Business and Social Sciencs (ICEBUSS) hari ini (25/2). Bertepatan dengan Dies Natalies FEB Unisma yang ke-38, konferensi internasional ini digelar dengan fokus utama diseminasi hasil riset bagi para peneliti berskala internasional.

2 (dua) keynote speaker yaitu Professor Othman Yong dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Jamie Seth Davidson, PhD dari National University of Singapore memberikan angin segar dan juga ilmu baru pada para peserta.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang mengatakan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis sangat peduli terhadap pengembangan riset dan diseminasi hasil riset.

“Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi para ahli, akademisi, praktisi bidang ekononi, bisnis, manajemen, akuntansi, hukum, smdan sosial.” Ungkap Dekan.

Forum yg dikemas dalam format call for paper ini juga di isi dengan presentasi bagi paper yg terpilih, setelah sebelumnya telah dilakukan seleksi abstrak dan full paper.

Selain itu Wakil Rektor 1 Unisma, Prof. Dr. Junaidi Mistar dalam sambutannya sangat mengapresiasi terhadap seluruh peneliti dan pelaku bisnis yg telah berkumpul dalam ajang tahunan yg digelar FEB UNISMA guna mentransformasi dan mendesiminasikan perkembangan terkini riset bidang ekonomi, bisnis dan sosial.

Baca Juga :  KKN Kelas R2 Unikama Mulai Dibekali, Tak Mudah Jalani KKN dan Kerja Tapi ada Triknya

Prof Othman Yong sendiri sebagai keynote speaker pertama memaparkan tentang isu fenomena underpricing pada intial public offering ( Penawaran Perdana Saham) di pasar modal Asia. Ia mengindentifikasi Faktor penentu tingginya level underpricing pada IPO disebabkan oleh lingkungan regulasi di negara-negara asia.

“Hal inilah yg membedakan dengan negara maju.” Tukasnya.

Sedangkan Jamie. Seth Davidson banyak mengulas tentang demokratisasi kinerja pemerintah indonedia oadca penginduran diri Presiden Soeharto pada tahun 1998.Ada 3 fokus utama terkait demoracrasi di Indonesia diantaranya faktor rezim politik, ekonomi politik dan faktor identitas dan mobilisasi. (Pus/Hum)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *