4 Bulan Lagi Agrotechnopark Kebun Cangar UB Targetkan Produksi Tanaman Organik Murah Beberapa Kwintal!

Infokampus.news, Malang –  Agrotechnopark Kebun Cangar UB merupakan hibah lahan penelitian yang diberikan departemen pertahanan sejak tahun 1980 yang terbagi di dua lokasi di kota Batu, yakni Cangar dan Jatikerto. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, rektor UB mulai menggiatkan lagi dua lahan ini sebagai tempat untuk menanam berbagai tanaman holtikultura organik dan juga tempat penelitian sivitas akademika UB.

Semeru Andari, ketua Agrotechnopark UB (ATP UB) mengungkapkan penelitian dan penanaman tanaman organik di lahan ini mulai berkembang pesat. Meskipun baru ada 3 jenis tanaman holtikultura organik yang ditanam di ATP UB, yakni wortel, brokoli dan buah bit, namun produksi yang dilakukan terus meningkat dan cenderung stabil.

“Kalau dibandingkan dengan produk organik di pasaran harga yang kami patok itu murah, misalnya kami lihat kemarin brokoli di supermarket buah X 30 ribu rupiah, padahal kami jual hanya 23 ribu rupiah saja,” Ujarnya Saat ditemui wartawan.

Tanaman organik yang mereka tanam disini sama sekali tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Kami tidak menggunakan bahan kimia apapun, jadi untuk mengusir hama kami gunakan daun paitan itu.” Ungkap Aliman, kepala kebun.

agrotechnopark kebun cangar
Foto: Hasil olahan brokoli organik
Agrotechnopark Kebun UB Targetkan Produksi Skala Besar

Hingga saat ini ATP sudah memiliki beberapa agen yang tersebar di berbagai lokasi di kota dan kabupaten Malang seperti Singosari, Karangploso, dan juga Brawijaya depo agropreneur. Sudah hampir 90% lahan dengan luas 12 hektar di wilayah ATP Cangar ini yang ditanami berbagai macam tanaman holtikultura.

“Saat ini per minggu kami produksi brokoli 125 kg per minggu, wortel minimal 75kg dan 20kg buah bit yang dipanen setiap senin dan kamis, relatif masih sedikit karena lahan terbatas. Rencananya dalam 4 bulan kedepan akan ada perluasan lahan, itu target kami bisa memproduksi hingga 200kg brokoli, 3 kwintal wortel dan 90kg buah bit.” Papar Aliman.

Berbeda dengan lahan Jatikerto yang lebih luas sehingga tidak hanya digunakan bercocok menanam, namun juga beternak sapi, ayam, merpati dan masih banyak lagi lainnya. Dalam jangka waktu panjang, pihaknya berharap Agrotechnopark ini bisa dijadikan sebagai kawasan wisata edukasi dimana masyarakat dan warga Universitas Brawijaya bisa belajar bercocok tanam tanaman organik dan juga beternak. (Pus)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
gizi buruk di asmat
UGM Kerahkan 12 Mahasiswa KKN untuk Tangani Gizi Buruk di Asmat

Infokampus.news - Untuk membantu penanggulangan bencana campak dan gizi buruk di Asmat, Papua, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirim 12 orang

Close