92.331 Peserta Dilarang ikut SBMPTN 2019, Berikut ini Alasannya

Infokampus.news – Hasil UTBK SBMPTN 2019 sudah diumumkan pada selasa (07/05) pukul 17.00 WIB lalu. pelaksanaan UTBK 2019 ini terbagi menjadi dua gelombang.

Gelombang I dimulai pada 13 April – 04 Mei 2019, lalu untuk penyandang tuna netra dimulai pada tanggal 04 Mei 2019, sedangkan Gelombang II dimulai pada 11 Mei – 26 Mei 2019, dan untuk penyandang tuna netra pada tanggal 25 Mei 2019.

Pengumuman hasil tes paling lambat 10 hari setelah dilaksanakan tes. UTBK SBMPTN yang digelar oleh LTMPT ini adalah persyaratan wajib untuk mendaftar SBMPTN 2019.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengumumkan 92.331 siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui SNMPTN 2019. Dilansir oleh ristekdikti.go.id, Menristekdikti menjelaskan, dari jumlah siswa yang dinyatakan lulus SNMPTN 2019, 26.217 diantaranya merupakan siswa dari peserta beasiswa Bidikmisi.

“Dari 478.608 pendaftar SNMPTN di tahun 2019 yang diterima 92.331 siswa pada 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia , dengan persentase 19,29 %,” ucapnya dalam konferensi pers Pengumuman Hasil SNMPTN di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan (22/3/2019).

Baca Juga :  Jangan Panik! Berikut 8 Informasi yang Wajib Kamu Ketahui Seputar SBMPTN 2019

Selain itu, Menteri Nasir mengungkapkan pada SNMPTN 2019 ini pemerintah memberikan bantuan afirmasi pendidikan kepada anak-anak TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri.

Menristekdikti menjelaskan, setidaknya ada 31 dari 80 siswa yang merupakan anak-anak TKI dari berbagai negara yang diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia melalui jalur SNMPTN.

Ia menjelaskan Afirmasi Pendidikan ini bertujuan memberikan akses pendidikan tinggi yang merata bagi seluruh warga negara indonesia, baik di luar atau di dalam negeri.

Serta bertujuan untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan anak-anak TKI agar dapat menjadi tenaga kerja yang terampil sehingga dapat bersaing di era Revolusi Industri 4.0.

Menristekdikti mengingatkan agar siswa yang lulus SNMPTN untuk segera mendaftar ulang di perguruan tinggi tempat diterima. Lebih lanjut Menteri Nasir menambahkan siswa yang telah diterima tidak diperkenankan untuk ikut SBMPTN 2019.

Lebih lanjut Ravik Karsidi menuturkan, Kemenristekdikti dan LTMPT memberlakukan sistem kunci bagi calon mahasiswa yang telah diterima di PTN melalui jalur SNMPTN agar tak mendaftar di SBMPTN.

Baca Juga :  Lagi-Lagi 4 Jurnal Unikama Terakreditasi

Sebab, menurut pengalamannya, calon mahasiswa yang kembali mendaftar jalur SMMPTN membuat adanya kursi kosong pada kuota SNMPTN.

“Dari pengalaman sebelumnya, banyak siswa yang lolos seleksi SNMPTN mendaftar dan mengikuti seleksi SBMPTN. Akhirnya kami kunci, yang sudah diterima di SNMPTN tidak bisa mendaftar SBMPTN. Hal ini agar tidak terjadi kursi kosong pada kuota SNMPTN, semuanya akan tercatat pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa,” terangnya.

Siswa pendaftar Bidikmisi yang tidak lulus SNMPTN 2019 tidak dikenakan biaya pendaftaran ketika mendaftar UTBK.

Dalam Konferensi pers tersebut turut hadir Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Kadarsah Suryadi, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada D.S Marsudi, serta tamu undangan lainnya. (Jul) 

 

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *