Abellia, ‘Lolos Hampir 10 Beasiswa di Usia Belum Genap 30 Tahun’!

Infokampus.news – Mendapat beasiswa di era yang serba mudah ini sekarang merupakan hal yang wajar ya, namun jika mendapat beasiswa hingga bertumpuk-tumpuk? Pasti bukan merupakan hal yang mudah untuk didapatkan ya. Tapi seperti gadis cantik nan cerdas Abellia, pengalaman seperti ini bisa dicapai di usianya yang belum genap 30 tahun!

Hal ini justru membuat pengalaman maupun prestasi akademis dan sosialnya bertumpuk-tumpuk. Seluruh tanah air seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan daerah-daerah terpencil, terluar, serta terdepan di Indonesia telah Ia sambangi.

Practice Makes Perfect 

Seperti dilansir dari IDN.Times, wanita satu ini baru Januari lalu terdaftar sebagai mahasiswi program doktoral di University of Tilburg, Belanda. Sebelumnya, ia menuntaskan studi master di universitas yang sama untuk Management of Cultural Diversity. Bicara soal pendidikan, semangat belajar Abelia memang patut menjadi inspirasi. Berbarengan dengan kuliahnya di jenjang strata satu jurusan sastra Prancis, Universitas Indonesia, perempuan kelahiran Ambarawa itu juga sedang merampungkan belajar di Université d’Angers, Prancis, untuk tourism management.

Sejak semester tiga, Abel, sapaan akrabnya, sudah menghidupi kuliahnya dengan beasiswa loh! Hingga saat ini terhitung sepuluh beasiswa telah Ia dapatkan. Mulai dari beasiswa yang berasal dari Kedutaan Prancis, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Orange Tulip, Frans Seda Foundation Research Fellowship, dan LPDP sudah ia dapatkan semuanya.

Namun, kesuksesan yang ia raih itu tidak didapat dengan mudah ya sahabat FoKus, Ia pernah ditolak tiga kali. Penggemar Ayu Utami dan Dewi Lestari itu berkisah, mulanya ia gagal memperoleh beasiswa Orange Tulip. Sebab, ia belum resmi diterima di University of Tilburg.

“Orange Tulip bilang, kalau universitasnya belum menerima, mereka gak bisa kasih beasiswanya. Akhirnya aku dikasih surat elektronik. Ya sudah, sedih,” tuturnya, mengenang.

Selang dua hingga tiga pekan, Abel mendapat informasi bahwa ia diterima sebagai mahasiswa Tilberg. Namun ia bingung, sebab tak ada institusi yang membiayainya kala itu.

“Aku bilang ke Tilberg, aku gak bisa dapat bantuan keuangan dari institusi atau perusahaan. Kemudian, mungkin mereka (pihak universitas) ada komunikasi dengan Orange Tulip. Akhirnya, 1-2 pekan kemudian, aku diterima dan dapat beasiswa dari Orange Tulip.”

Perjalanannya ini masih megahruskanya bekerja juga untuk beberapa saat di sebuah restoran untuk membiayai hidupnya saat beasiswa belum cair. Sungguh sulit memamng, namun jika kamu gigih dan bekerja keras impianmu akan jatuh ke tanganmu kok! Nah, bagaimana nih denganmu, apakah kamu sudah segigih Abel untuk mengejar mimpimu? (ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published.