Acungan Jempol untuk Universitas Indonesia, Kampus yang Peduli Difabel

Infokampus.news – Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas Indonesia (UI) melakukan banyak hal untuk menyediakan pendidikan berkualitas. misalnya saja menyediakan fasilitas khusus bagi mahasiswa difabel hingga memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa di daerah terluar Indonesia untuk bisa menempuh pendidikan di UI.

Adanya sejumlah fasilitas khusus untuk mahasiswa difabel seperti pedestrian khusus dengan yellow line, rel khusus untuk yang menggunakan kursi roda serta mobil penjemputan khusus.

“kita sudah lama menerima mahasiswa difabel. fasilitas yang diberikan semakin baik dan benar-benar membantu teman-teman difabel.” ungkap kepala Humas dan Kantor Informasi Publik (KIP) UI Refelly Dewi Astuti.

fasilitas mobil jemputan khusus disediakan dengan sistem jemput bola, jadi mahasiswa harus memberikan informasi jam dan lokasi penjemputan. hal ini yang dilakukan salah satu mahasiswa di fakultas psikologi.

“jadi mahasiswa diantar dan dijemput dari asrama menuju fakultas. kami ingin memberikan kesempatan sama bagi teman mahasiswa untuk belajar di sini. kami tidak membedakan mereka dari segi apapun” tuturnya.

Selain itu, UI memberikan kesempatan sama kepada seluruh warga Negara Indonesia untuk bisa belajar di kampus. UI memberikan bantuan pendidikan jika mahasiswa mengalami kesulitan dari segi biaya pendidikan. karena sejak tahun 1008, UI menerapkan Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOPB).

Baca Juga :  Unisma Ajak Alumni Tetap Jaga Islam Rahmatan Lil Alamin dan Gandeng 'Adik-Adiknya' Untuk Ini

Melalui BOPB, mahasiswa dimungkinkan membayar 0-7 juta rupiah per semester untuk IPA dan 0-5 juta rupiah untuk IPS. hampir 50% mahasiswa S1 Reguler menggunakan BOPB.

UI sangat berharap lebih banyak lagi mahasiswa dari daerah terluar Indonesia yang datang dan belajar disini. namun sampai saat ini masih kurang sehingga UI harus jemput bola dengan cara menyosialisasikan ke sejumlah wilayah.

“Sudah tiga tahun ini kami melakukan roadshow ke 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) tahun ini kami gelar di enam kabupaten diantaranya kabuptaen Gunung Sitoli Sumatera Utaram Kabuptane Pohuwato di Gorontolao, Nabire, Merauke, Kolaka di Sulawesi Tenggaram dan Nunukan di Kalimantan Utara.” Pungkas Beliau. (Jul)

 

 

 

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *