Adik Masuk Nominasi Calon Rektor ITB, Astrid Ungkap Masa Lalu Hidup Pas-Pasan Hingga Kebanggan Mami Papi

Infokampus.news – Psikolog Dra. Astrid Wiratna melalui akun sosial media Facebooknya membagikan cerita bagaimana perjalanan sang adik tercinta untuk maju menjadi calon rektor ITB periode  2020-2025.

Psikolog yang sekaligus menjabat sebagai wakil ketua I Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis Indonesia ini mengungkapkan rasa bangga kepada adiknya dan menceritakan bagaimana kisah hidup di masalalu bersama adiknya.

“Orang yang seharusnya bahagia itu mami yang kini sudah tiada. Mino sapraan akrab Prof. Ir. Benyamin Sapiie Ph.D menjadi rektor ITB adalah salah satu impian mami. sejak kami masih sejak kami masih kecil kami sudah mendengar beliau mengatakan hal itu.” Tuturnya dalam tulisannya

“Terlebih lagi Papa kami, John Sapiie, pernah jadi Ketua Rektorium ITB di tahun 1978 . Mami pernah mengatakan Mino, kamu akan jadi Rektor ITB yang lebih sukses dari Papa kamu cita-cita yang wajar dari seorang ibu yang hanya punya satu anak laki-laki.” lanjut beliau.

Mino sendiri, sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar sudah sering menunjuk kampus yang boleh dikatakan terletak di depan rumah kami di Dago sebagai calon sekolahnya kelak.
Waktu itu, biarpun kami tinggal di Dago, kawasan elitnya Bandung, hidup Astrid dan keluarnganya memang pas-pasan. Papa di Amerika, Mami banting tulang buat menghidupi kami bertiga, setelah Dian (adik saya, kakaknya Mino) meninggal.
Kami bertiga menjalani naik turunnya kehidupan, kekurangan uang selalu menjadi tema hidup kami sehari-hari , kami jadi saksi hidup dari jungkir baliknya Mami dalam menjalani hidup sehari-sehari,  mungkin dari sinilah Mino kecil terinspirasi untuk sekolah ke ITB, jadi insinyur dan menghasilkan uang banyak buat Mami.
“Mino pernah bilang, Saya akan jadi insinyur dan mengumpulkan uang banyak buat Mami.  Sebagai anak SD mungkin menjadi Rektor ITB bukanlah sebuah tujuan yang menarik, dibandingkan mencari uang banyak untuk diberikan pada ibunda.” Ungkapnya di akun sosial media Facebook pribadinya.
Singkat cerita, Mino berhasil masuk Geologi ITB, setelah lulus diterima sebagai dosen ITB dan mendapat beasiswa untuk studi S3 di Texas University di Austin, Texas, Amerika.  Setelah kembali sebagai PhD, bekerja sebagai dosen di ITB.
Mino membangun perusahaan sendiri, mengerjakan banyak proyek di dalam maupun luar negeri dan yang paling penting membuktikan janjinya.
“Memenuhi janji pada Mami, apapun yang Mami butuhkan, berapapun jumlahnya selalu dipenuhinya.  Buat kami semua tampak sangat jelas bahwa Mino mendarmabaktikan seluruh hidupnya buat Mami.”
Dari kiri kanan, sayapun mendengar bahwa Mino  ini sangat ringan tangan dalam membantu siapapun. Keluarga, teman dan para mahasiswanya menceritakan betapa baiknya adik saya ini.
Selain baik hati, adik astrid  ini dikenal sebagai orang yang lurus, keras memegang prinsip, religius dan sayang keluarga. Sejak kecil dicintai teman-temannya dan hampir selalu dipilih sebagai pemimpin.
“Kalau sekarang Mino masuk nominasi Rektor ITB 2020-2025, buat saya itu adalah garis tangannya. Pengalaman menjadi nominee saja sudah sesuatu. jika Dia meridhoi maka Mino akan jadi Rektor ITB 2020-2025.  jika belum waktunya saya percaya Mino akan tetap jadi dosen ITB di atas rata-rata sebagaimana dia selama ini.” Harapnya di akhir tulisannya.
Sementara itu, Dilansir melalui antaranews.com sebanyak 30 nomine rektor telah memberikan paparan dan melakukan taya jawab mengenai program ITB lima tahun kedepan di hadapan 14 panelis ahli dari berbagai elemen, anggota senat dan MWA pada tanggal 20-21 September.

“Konten yang dipresentasikan itu semua untuk menuju ITB yang lebih baik di masa depan. Yani meyakini jika gagasan untuk ITB yang dipaparkan para nomine bisa dikolaborasikan oleh rektor terpilih nanti, ITB akan semakin baik lagi.” Ungkap Yani Panigoro.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Website Freelance Indonesia yang Bisa Kamu Coba, Auto Tambah Cuan!

Selain itu, dilakukan pula tes kesehatan, tes kemampuan, serta masukan dari masyarakat. Masukan dan informasi masyarakat bisa disampailan tertulis lewat kotak saran yang ada di Pusat Informasi ITB di kampus, juga lewat surel dan situs rektorkita.itb.ac.id.

Yani melanjutkan, setelah ditetapkan 10 bakal calon, maka masing-masing dari bakal calon rektor akan menyampaikan paparan di depan senat akademik. harapan kedepannya untuk rektor terpilih mampu mencerminkan kolaborasi dari kebinekaan yang terdapat di kampus ITB, sebagaimana motto ITB yaitu ‘In Harmonia Progressio’. (Edt) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.