Akhirnya, Festival Malang Doeloe Digelar

Festival Malang Doeloe (FMD) adalah Festival yang diadakan oleh perseorangan dan bukan dari pihak pemerintah. Latar belakang dibentuk festival untuk mengobati rasa kerinduan warga malang akan Malang Tempo Dulu.

“Perbedaan dari Festival Malang Tempo Doeloe dengan MTD adalah terletak pada produk yang dijajankan. Bila MTD produknya harus jajanan tempo dulu, kalau kami tidak harus itu, namun suasana seperti dekorasinya kami upayakan tempo dulu,” Jelas Angga, Ketua Pelaksana Festival Malang Tempo Doeloe yang ditemui di pameran.

Ada 7 SMA di Malang bekerjasama dengan FMD yang berkontribusi dengan sponsor dan support. Panitia pun diambil dari berbagai sponsorship yang sudah tegabung dalam FMD.

“Tim utama panitia adalah dari pihak Next Level Production yaitu selaku Event Organizer Festival namun kita kombinasikan bersama sponsor seperti pelajar SMA. Tujuan kami juga ingin membangun pengalaman kepanitiaan bagi mereka,” tukas Angga.

Menanggapi penyelenggaraan festival yang sebelumnya diundur dari tanggal 17 Januari 2016, Angga mengklarifikasi jika postingan yang dibuat sebelumnya adalah akibat kesalahan salah satu panitia.

“Sebenarnya, ya, tanggal 7-8 Februari. Namun bagaimana lagi, kita tidak bisa menghentikan posting dan segala broadcast berita di internet. Sebenarnya kami sudah mengklarifikasi yang benar adalah tanggal 7-8 Februari, tapi yang menyebar dengan cepat adalah postingan yang salah itu,” Jelas Angga.

Total stand termasuk dari sponsor dan UKM ada 123 stand. Sewa diberlakukan per-2 hari saat festival digelar.

“Saya menyewa stand ini bayar 350 ribu, dan jika ditanya bakal untung atau tidak, kita tidak tahu. Namun saya tadi saat hujan, pengunjung tetap saja ramai. Antusiasnya sangat tinggi dan ini berpotensi pula untuk dagangan saya,” Jelas Nasirul, Pedagang sempul yang menyewa stand FMD.

Hari Senin (8/2/2016) adalah hari terakhir dari Festival Malang Doeloe. Dari kemarin (7/2/2016) antusias pengunjung melihat festival ini sangan besar. Parkiran sampai penuh namun tidak sampai memakan jalan.

“Saya penasaran ingin tahu apa FMD ini. Kelihatannya seru, buktinya banyak yang datang, sih. Ya sekalian kuliner dan jalan-jalan gitu,” Jelas Aditya salah satu pengunjung Festival Malang Doeloe saat ditemui di depan pintu masuk FMD.

Angga sendiri menyadari masih ada kekurangan dari penyelenggaraan FMD. Harapan Angga khususnya untuk Festival Malang Doeloe adalah adanya kesan baik dari FMD kepada pengunjung dan semoga festival ini bakal menjadi festival tahunan untuk warga Malang . (AB)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Universitas Trunojoyo
Universitas Trunojoyo, Universitas Negeri di Madura

Universitas Trunojoyo Madura adalah Perguruan Tinggi Negeri yang terletak di Kabupaten Bangkalan (Madura), Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Close