Aktif Dalam Berorganisasi Bukan Jadi Penghalang Mahasiswa ITS Ini Untuk Lulus Dengan IPK Tertinggi!

Infokampus.news – Menjalani kegiatan perkuliahan sembari tetap aktif dalam kegiatan lain memang bukanlah persoalan yang mudah, Namun jika kita tetap serius dan bersungguh-sungguh maka hal tersebut bukanlah menjadi gangguan. Hal tersebutlah yang dialami oleh Winny Margareta, mahasiswi Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Winny sukses meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) program Sarjana pada wisuda 116. Dalam ijazah yang diterimanya, tertulis angka 3,95 dan lulus tepat waktu. Perempuan asli Surabaya ini memang sudah terkenal rajin sejak SMA. Kebiasaan itu pun terus berlanjut hingga kuliah. Ia membuktikan integritasnya dengan memperoleh nilai sempurna hampir di semua mata kuliah. Menurut Winny, terdapat dua hal yang sangat ia perhatikan saat menjalani proses perkuliahan. Yang pertama adalah memahami tiap proses perkuliahan.

“Mendapatkan prestasi akademik itu tidak harus yang paling pintar, menurutku yang penting memahami dan mengilhami tiap proses akademik,” kata Winny seperti dilansir dalam laman ITS.

Winny Juga Aktif Berorganisasi Untuk Asah Softskill

Meskipun mendapatkan IP tertinggi, Winny juga sepakat bahwa memiliki softskill sangatlah penting. Untuk itu dirinya pun aktif untuk ikut dalam berbagai kegiatan organisasi. Namun, dirinya mengaku tidalkah mengabaikan prioritas untuk urusan akademik.

Dia menyebutkan, prioritas yang diberikan untuk akademik sebanyak 75-80 persen dari seluruh kegiatan perkuliahannya. Namun demikian, ia tetap sempat menjalani tiga organisasi pada tahun keduanya. Ketiga organisasi itu adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) ITS, Persekutuan Doa Kristen Katolik (PDKK) Teknik Kimia ITS.

“Berorganisasi memang penting, tapi kalau besoknya ada kuis, ya masak sih ikut pleno sampai jam satu pagi?,” Pungkasnya.

Winny Juga Rajin Ikut Kompetisi Nasional Maupun Internasional

Selain aktif organisasi, Winny juga sempat mengikuti beberapa kompetisi. Salah satunya ia pernah menjadi finalis kompetisi esai di Universiti Teknologi Malaysia dan berhasil mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Perempuan yang bercita-cita menjadi wirausaha ini mengaku jatuh cinta terhadap pelajaran teknik kimia. Ia berpendapat, ketangkasannya dalam dunia teknik akan sangat membantunya untuk berbisnis.

“Semua benda yang kita butuhkan itu membutuhkan campur tangan teknik kimia. Jadi akan sangat membantu,” terangnya.

Winny mengaku bangga mendapatkan gelar IPK tertinggi untuk program sarjana. Saat ini ia telah diterima untuk melanjutkan pendidikan Master dengan program studi yang sama di Taiwan. “Sebenarnya ingin kerja, sudah capek belajar terus. Tapi kebetulan dapat beasiswa S-2 yang besarnya sama seperti bekerja, sayang kalau kesempatan ini dilewatkan,” Ungkapnya. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dua Mahasiswa IPB Wakili Indonesia Dalam Ajang Simposium Internasional di Afrika Selatan

Dua mahasiswa IPB wakili Indonesia dalam acara The 45th International Forestry Students Symposium bulan lalu di Afrika Selatan.

Close