Aktivis Transgender Bedah Buku di Pesta Malang Sejuta Buku

Infokampus.news, Malang – Taman Krida Budaya Malang beberapa hari belakangan ramai didatangi para pecinta buku. Bukan tanpa alasan, sejak 29 Desember 2016 sampai 4 Januari 2017 sedang teraelenggara acara Pesta Malang Sejuta Buku. Salah satu agenda yang paling ditunggu adalah bedah buku Merlyn Sopjan yang berjudul Wo (W) Man.

Buku WO (W) Man Angkat Sisi Kehidupan Transgender

Merlyn yang juga merupakan tokoh transgender di Indonesia ini menceritakan bagaimana dalam buku ketiganya tersebut dirinya mengangkat persoalan transgender baik dari pengalaman probadinya maupun pengalaman sesama transgender lainnya. Pengalaman yang ia ceritakan sendiri mengambil bebedapa sudut pandang naik asmara, kehidupan sosial, maupun kehidupan seks seorang transgender.
“Tapi inti dari buku ini yang sebenarnya adalah wanita. Untuk itu judulnya sendiri adalah Wo (W) Man. Dan dengan terbitnya buku ini saya harap bisa membeeikan pandangan tentang seorang transgendee kepada masyarakat langsubg. Karena selama ini banyak yang menulis buku tentang transgender, namun kali ini trsangender itu sendiri yang menulis buku,” Ungkap Mantan Ketua Ikata Waria Malang Tersebut.

Transgender Pernah Mengalami Masa Sulit, Merlyn : Saya Senang Sekarang Transgender Mulai Diterima Masyarakat

Selain membedah buku, dirinya juga sedikif bercerita tentang kehidupannya aelama masih tinggal di Malang. Dirinya menyayangkan djlu saat dirinya masih tinggal di Malang, bahwa masih banyak pihak yang mendiskreditkan para transgender. Dirinya mencontohkan bahwa dahulu, kaum transgender pernah mendapat berita miring hanya karena miskomunikasi dengan pihak akademika salah satu kampus di Malang.
“Waktu itu kelompok mahasiswa mereka itu mau melakukan penelitian dengan kaum transgender, nah waktu itu teman-teman transgender sendiri sudah berkomunikasi dengan mahasiswa bahwa kami ini berangkat dari kabupaten jasi minta tolong kalau bisa dibantu masalah transportasi. Lalu, kami malah di mrahi dekan mahasiswa tersebut dengan alasan bahqa kami materialistis. Padahal kami sudah komunikasikan sebelumnya tentang hal tersebut,” Ungkapnya.
Namun, menurutnya cerita tersebut sudah beberapa tahun yang lalu dan saat ini dirinya juga mendengar dari teman-teman transgender yang ada di Malang bahwa perlakuan tersebut sudah sangat berkurang. Hal tersebut yang membuat dirinya mengaku senang, karena tidak seharusnya para kaum transgender mendapat perlakuan tidak adil seperti cerita tersebut.

Selain bedah buku, Pesta Malang Sejuta Buku ini juga dimeriahkan oleh pameran serta bazar buku yang disediakan oleh 37 stan penerbit. Harapan digelarnya acara ini diakui oleh Ketua Pelaksana Huni O.S juga sebagai pendorong masyarakat agar krmbali menumbuhkan minta membaca buku, karena buku dapat membuat wawasan seseorang menjadi luas. (uch)

Berita Terkait

  • Universitas Muhammadiyah Malang Hari Rabu, 26 Oktober 2016 kemarin, kembali menggelar kegiatan UMM Gazebo Forum dengan kegiatan yaitu mengulas buku milik D. Zawawi Imron yang berjudul “Refrein di Sudut Dam” dengan mendatangkan langsung penulisnya. Selain Zawawi Imron, hadir pula sebagai pemateri Kepala Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) UMM, Pradana Boy ZTF, serta pakar antropologi budaya UMM Arif Budi Wurianto.
  • Guna meningkatkan minat baca di kalangan mahasiswa, Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan penerbit Agromedia Surabaya menggelar bazaar buku di gazebo perpustakaan UB mulai Selasa, (4/10). Sejak awal dibuka, puluhan mahasiswa ramai-ramai mengunjungi bazaar untuk sekedar melihat-lihat, membaca di tempat, atau membeli.

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UMY Kembali Kirim 59 Mahasiswa ke 17 Negara

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengirimkan 59 mahasiswanya ke 17 Negara dalam program pertukaran pelajar.

Close