Alat Pemisah Senyawa, Gas Chromatography Hadir di LSIH UB

Infokampus.news, Malang – Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH UB) mendapat tambahan alat baru berupa Gas Chromatography Mass Spectrometri (GCMS). Alat ini biasanya digunakan dalam kimia analitik untuk memisahkan dan menganalisis senyawa yang dapat menguap tanpa dekomposisi. GC dapat digunakan untuk pengujian kemurnian zat tertentu atau memisahkan komponen yang berbeda dari campuran atau menngindentifikasi suatu senyawa.

Yunianta ketua KCF Bio Ecotox LSIH UB menyebut, keberadaan alat ini akan menunjang kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. Alat pemisah senyawa untuk mengetahui komponen penyusul segala jenis sampel inipun diharap dapat menggairahkan penelitian guna peningkatan kuantitas dan kualitas penerbitan jurnal internasional.

Laboratorium-Sentral-Ilmu-Hayati-Universitas-Brawijaya-1

“Ini kan alat yang canggih, melalui alat ini bisa didapatkan data mutakhir, jadi harapannya penelitian dosen atau mahasiswa dapat menembus artikel jurnal internasional,” tutur Yunianto di sela pelatihan alat Gas Chromatography di LSIH UB.

Baca Juga

Meski tidak terlalu besar, namun alat dari Jepang ini membutuhkan tata cara khusus dalam menggunakannya. Sebelum digunakan sebagai alat praktik dosen atau mahasiswa, alat ini diujicobakan pada sekitar 20 pegawai internal LSIH untuk mengoperasikannya. Nantinya GCMS akan sangat dibutuhkan oleh dosen ataupun mahasiswa Fakultas Eksakta Hayati seperti jurusan pertanian, peternakan, biologi kimia, kedokteran, kedokteran hewan, peternakan, maupun perikanan. (gpl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Tips Jitu Membuat Essay Yang Baik!

sebagai mahasiswa kita tentu tidak asing dengan membuat essay atau karya tulis yang cukup panjang. Kebanyakan mahasiswa yang tidak terbiasa...

Close