Alumni IPB Ini Wakili Indonesia di Ajang ASEAN Youth Social Entrepreuneur 2017

Infokampus.news – Kabar baik kembali datang dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Kali ini, Alumni Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (FAPERTA IPB), Rizal Fahreza, berhasil terpilih sebagai wakil Indonesia dalam kegiatan Penghargaan ASEAN Youth Social Entrepreuneur 2017 yang diselenggarakan di Manila, Filipina, pada tanggal 6-8 Agustus. 2017. Acara ini juga diselenggarakan dalam rangka peringatan 50 tahun berdirinya ASEAN serta memperingati 30 tahun ASEAN Summit.

Seperti yang dilansir dalam laman IPB, Sebelumnya, Rizal sendiri telah dinobatkan sebagai Juara I Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional (201). Dalam Upacara Pemberian Hadiah oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bertepatan dengan hari jadi Hari Sumpah Pemuda di Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Rizal sendiri membuat terobosan untuk menghidupkan kembali produksi jeruk Garut (jeruk dan jeruk keprok), hal tersebut didasari oleh pandangannya terhadap petani jeruk di Garut  yang sudah mulai “kehilangan gairahnya” untuk mengolah jeruk. Rizal mampu menunjukan dokumen yang membuktikan bahwa dia adalah seorang sarjana IPB dan memutuskan untuk menjadi petani plus.

Petani Jeruk Garut Mulai Kehilangan Gairah Bertani

Sejak dahulu memang sudah dikenal secara nasional bahwa ukuran jeruk Garut itu besar, renyah dan manis. Namun, jeruk Garut sudah lama ditinggalkan petani. Mereka tidak tertarik untuk menanam jeruk lagi, karena permainan peran penting dalam proses pemasaran, biaya pupuk yang mahal, biaya tenaga kerja yang mahal, wabah serangan hama dan penyakit, serta kasus pencurian jeruk siap panen.

“Kalau terus dibiarkan maka tidak akan ada masa depan untuk jeruk Garut lagi. jeruk Garut hanya akan menjadi kenangan oleh generasi penerus,” kata Rizal.

Bantu Produksi Buah Dalam Negri, Alasan Rizal Fokus Pada Jeruk Garut

Untuk komoditi buah, Rizal memusatkan perhatian pada jeruk Garut karena ia berharap bisa membantu pemerintah meminimalisir impor buah ke Indonesia. Selain itu, ia menjalankan bisnis jeruk Garut ini untuk membantu konservasi garam plasma nutfah Garut. Jeruk ini merupakan salah satu komoditas andalan Kabupaten Garut yang hampir punah akibat hama dan serangan penyakit CVPD.

Saat ini, selain menjalankan usahanya sendiri untuk memproduksi produknya sendiri, Rizal sedang melatih rekan rekannya. Sejauh ini ia telah membentuk program kemitraan dengan 17 petani. Dalam waktu dekat sekitar 10 petani lainnya dijadwalkan untuk bergabung dalam program kemitraan ini bersamanya.

“Sampai akhir tahun lalu, sekitar 27-30 petani yang telah bergabung menjalin kemitraan dengan dia untuk tumbuh dan mengembangkan bisnis hortikultura mereka,” Ungkapnya.

Rektor IPB Apresiasi Sosok Rizal

Sementara itu, Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto mengaku sangat mengapresiasi kontribusi Rizal terhadap petani jeruk Garut. Menurutnya, Rizal merupakan sosok yang tekun dan cemerlang bahkan sejak dirinya maaih berstatus mahasiswa IPB.

“Kombinasi antara bakat, ketekunan, dan pendidikan. Ketekunan adalah kemampuan untuk terus mengejar kekalahan, dan ketekunan Rizal terlihat saat dia terpilih sebagai salah satu Pimpinan Eksekutif Mahasiswa Agronomi dan dipilih sebagai anggota komite Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN), “kata Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto mengomentari sosok Rizal. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4ICU Rilis 12 Kampus Terbaik di Indonesia, UGM Jadi Nomor 1

Infokampus.news, Malang - Situs web 4ICU belum lama ini kembali merilis daftar 12 kampus terbaik di Indonesia.

Close