Arif Setyo Budi Buktikan Kekurangan Bukan Hambatan

Infokampus.news, Malang – Arif Setyo Budi, seorang breakdancer satu kaki, hadir sebagai pembicara dalam Social Human Prize 2017 (SHP 2017) yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (BEM FISIP UB) pada Selasa (5/12) di Hall Gedung Prof. Yogi Sugito FISIP UB. Ia hadir dalam rangka menginspirasi mahasiswa untuk berani hidup dengan segala keterbatasan.

Menurutnya, dalam mengarungi kehidupan seseorang diharuskan untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam pikirannya. Pria yang kehilangan sebelah kakinya akibat kecelakaan kerja ini menegaskan bahwa keberhasilan seseorang dimulai dari berpikir positif. “Ketika aku pertama kali mendapat kecelakaan, aku berpikir sekaligus berdoa “Ya Allah ini sudah takdirku, ini sudah jalanku.” Jadi itu titik awal yang bener-bener ngejalanin kehidupan setelah itu bener-bener yang biasa aja, nggak ada perbedaan sama sekali.”, ujar Arif

Arif juga menjelaskan bahwa keterbatasan bukan berarti akhir dari dunia. Ia pun kerap mengalami perasaan dikesampingkan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun baginya hal itu bukanlah petaka, melainkan rintangan yang harus diatasi. “Kalo aku sendiri sih kita sama aja. Aku juga berbaur sama orang-orang. Yang membedakan mungkin hanya casing. Ya sama aja sih menurutku. Itu yang buat aku bertahan sampai sekarang.”, kata pria 32 tahun ini.

Pernah Menjajal Breakdance, Arif Setyo Budi Dalami Kembali Breakdance dengan Satu Kaki

Arif juga menegaskan akan dampak dari pemikiran positif dalam menghadapi keterbatasan. Hal ini dibuktikan dirinya dengan menjadi breakdancer pertama di Indonesia dengan satu kaki. Raihan itu tak lepas dari keberhasilannya menempa diri dengan hal-hal positif.

“Awalnya aku diajak teman lihat latihan. Terus akhirnya timbul rasa ingin nyoba lagi. Motivasinya sih mikir “masih mungkin nggak sih melakukan itu dengan satu kaki” dan akhirnya karena aku udah belajar basic-nya, aku ulangi lagi dan menyesuaikan dengan kondisiku.”, tandasnya.

Melalui SHP 2017, Arif berharap kondisinya saat ini dapat membuka mata teman-teman mahasiswa. “Dunia itu nggak sesempit yang kita duga. Dunia ini sangat luas dan mari mulai berpikir terbuka. Dan masih sangat-sangat banyak orang lebih tidak beruntung dari kita. Mulailah berpikir positif dan berpikir panjang serta menghilangkan sifat-sifat negatif karena sifat negatif akan sangat memengaruhi kehidupan kita.”, tukas Arif. (rak)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BEM FISIP UB Ajarkan Mahasiswa Melawan Keterbatasan Melalui Social Human Prize

Infokampus.news, Malang - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (BEM FISIP UB) baru saja merampungkan

Close