Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) Adakan Lomba di Pontianak, Mahasiswa ITN Malang Bawa Pulang Prestasi Ini

INFOKAMPUS.NEWS – Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berhasil meraih Penghargaan Karya Terbaik Studio Perencanaan Tata Ruang 2019 untuk Kategori  I Rencana Umum (RTRW/RDTR Kota, Kabupaten, atau Provinsi) pada ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI).

 

Secara keseluruhan perlombaan, ITN berhasil merebut Juara 3  Karya Terbaik Studio Perguruan Tinggi dalam Kategori 1 tahun 2019. Pemilihan Konsep Pengembangan Pasar Tradisional Gianyar Bali (Pepatran)  inilah yang menghantarkan mereka meraih prestasi tersebut. Konsep Pepatran adalah perencaan wilayah Kabupaten Gianyar berbasis sektor perdagangan dan jasa.” jelas Ivana Della Samosir, salah satu  Tim ITN Malang.

Sekretariat Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) atau Indonesian Planning School Association bertempat di  Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Kampus UNDIP Tembalang Semarang. Ada dua ketegori Penghargaan yang diberikan oleh ASPI yaitu: Kategori 1: Penyusunan Rencana Umum RTRW dan/atau RDTR, Kota, Kabupaten, atau Provinsi. Kategori 2: Penyusunan Perencanaan pada skala Kawasan (setara dengan Urban Design). Secara keseluruhan Panitia ASPI telah menerima 72 Karya studio dari 22 Program Studi S1 PWK anggota ASPI. Karya Studio ini terdiri dari 38 Karya Studio Kategori 1, dan 34 Karya Studio Kategori 2.

Baca Juga :  Inilah Prestasi UMM dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019 di UMM

 

Hal ini didasarkan hasil penilaian dari Dewan Juri dari ASPI, IAP, dan Kementrian ATR/BPN, ITN Malang. Adapun acara ini berlokasi di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat dan dilaksanakan mulai tanggal 2-3 Oktober 2019.

 

Tim Mahasiswa ITN Malang tersebut adalah mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Keempat orang tersebut adalah Muhammad Rizqi Firdaus, Muhammad Mukhliz Fauzi, Siti Nurhamdi, dan Ivana Della Samosir (Seperti yang disampaikan  kepada Tim infokampus, 8/10).

“ingin pasar tradional tidak tersingkir dengan keberadaan pasar modern dan perkembangan teknologi”. ungkap Della yang dilahirkan dan dibesarkan di Kupang ini.

“penelitian studio perencanaan wilayah ini memakan waktu 10 hari dan penyusunan dokumennya memakan waktu dua sampai dengan tiga bulan.” sambungnya. (Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *