Atasi Krisis Pangan Lewat Microbubbles Technology, Mahasiswa UGM Juara Dunia

Infokampus.news – Inovasi teknologi karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menjadi pemenang pertama dalam ajang World of Food Innovation Challenge di Kamboja 26-29 Oktober 2016. Kompetisi tingkat dunia yang diselenggarakan oleh United States Agency for Development (USAID) dan Young Southest Asian Leaders Initiative (YSEALI) ini menciptakan teknologi untuk mengatasi masalah krisis pangan pada berbagai belahan dunia.

Tiga mahasiswa yang tergabung dalam tim MINO Microbubbles Technology terdiri dari Muhammad Nabil Satria Faradis, Fajar Sidik Abdullah, dan Untari Febrian Ramadhani mampu mengalahkan pesaingnya dari 200 negara di dunia.

“Sangat bangga bisa mengharumkan nama UGM di kancah internasional,” kata Untari seperti dikutip melalui website resmi UGM ugm.ac.id.

Teknologi Pengolahan Air untuk Tingkatkan Kualitas Ikan Nila

Sebagai suatu cara mengatasi krisis pangan dunia, secara sederhana, tim mino menemukan sebuah inovasi baru bahwa peningkatan oksigen terlarut dalam air dapat mempercepat pertumbuhan ikan. Berdasarkan hasil uji coba laboratorium, perlakuan tersebut mampu menghasilkan ikan nila yang lebih berkualitas bahkan mempersingkat waktu panen.

Baca Juga :

“Perlakuan terhadap air membantu menghasilkan ikan nila yang lebih berat dan mempersingkat waktu rata-rata panen ikan nila dari dua kali setahun menjadi tiga kali setahun, serta berat dan panjang yang meningkat hingga 30 persen,” jelas Fajar Sidik Abdullah melalui linimasa akun pribadinya.

Diapresiasi Kedubes AS serta Kunjungan ke Texas

Teknologi yang dikembangkan tim Mino ini diapresiasi positif oleh Kuasa Usaha Ad-Interim Kedubes Amerika Serikat (AS), Brian MFeeters. Menurutnya para inovator muda dari UGM telah menemukan teknologi pengolahan air yang canggih untuk membantu para peternak ikan nila mendapatkan hasil panen yang lebih baik.

Riset yang dilakukan dibawah bimbingan Dr. Deendarlianto ini juga akan mengantarkan tim mino berkunjung ke Austin, Texas sebagai salah satu pusat teknologi di Amerika Serikat pada Maret 2017 mendatang.

Penulis : Galuh Pandu Larasati

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kemenristekdikti Akan Impor 500 Profesor? Ini Kata Guru Besar UB

Wacana untuk mendatangkan 500 guru besar dari luar negeri ke Indonesia oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI...

Close