Sesuaikan Minat Bakat Camaba, SMUP Unpad Berlakukan Aturan Ini

Infokampus.news – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali membuka penerimaan mahasiswa baru jalur seleksi mandiri yang disebut Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP). Tahun ini Unpad memberlakukan aturan baru. Dalam aturan baru SMUP ini dijelaskan bahwa meskipun seleksi menggunakan hasil Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK), calon mahasiswa baru harus mengikuti seleksi tambahan sesuai kebijakan masing-masing program studi.

Tahun sebelumnya, SMUP diberlakukan untuk semua program studi D4 atau S1 terapan, S2, S3, spesialis dan keprofesian. Tahun ini, SMUP akan dibuka untuk jenjang S1 akademik. “Tapi tidak semua prodi. Detail prodi apa saja nanti bisa dilihat di website pada proses pendaftaran,” kata Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad pada konferensi pers di Kampus Unpad Jalan Dipatiukur, Selasa (22/01/2019).

Tri memaparkan bahwa jalur SMUP diputuskan sedemikian rupa atas dasar perbaikan sistem tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dengan sistem yang diperbarui ini, Unpad bisa mendapat mahasiswa yang lebih tepat atau sesuai dengan kemampuannya. “Kalau dulu mahasiswa kedokteran bisa nilai (tes) biologinya nol karena nilai totalnya tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  PIMNAS KE-32 KEMBALI DIGELAR, UGM RAIH JUARA UMUM!

Menurut Tri, pembobotan nilai UTBK ini membuat seleksi SBMPTN bisa lebih baik sehingga bisa pula dijadikan dasar penilaian untuk jalur SMUP. Pada jalur SMUP nanti selain hasil UTBK, calon mahasiswa wajib mengikuti tes tambahan sesuai dengan kebijakan prodi masing-masing. Seleksi tambahan tersebut berupa TOEFL dan wawancara. Di prodi tertentu, mahasiswa juga harus mengikuti tes tambahan lainnya sesuai dengan kekhasan prodi masing-masing. Seperti contoh Prodi Kedokteran, Kedokteran Hewan dan Kedokteran Gigi mewajibkan calon mahasiswa mengikuti tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), sedangkan Prodi Perikanan dan Ilmu kelautan wajib tes kemampuan renang.

Ia juga menerangkan, tes tambahan sejenis ini sulit diterapkan di jalur SBMPTN. Sejauh ini, ketentuan tambahan yang berlaku di jalur tersebut baru sebatas pengunggahan portofolio saja. Alasannya, jumlah pendaftar SBMPTN yang sangat banyak dan hanya ada satu tahap pengumuman.

Berbeda dengan jalur SBMPTN yang dilaksanakan dalam satu tahap dan satu kali pengumuman, di jalur SMUP tes dapat dibuat dua tahap. Sehingga, hanya peserta yang lolos saja yang mengikuti tes tambahan.

Baca Juga :  HARDISK STIKI Tahun 2019 Ini Angkat Konsep “Raja Praja”

Dalam SMUP ini, selain kelas reguler Unpad juga akan membuka kelas internasional untuk jenjang sarjana (Internasional Undergraduate Program). Prodi yang menawarkan kelas internasional antara lain Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam, Ilmu Hukum, dan Ilmu Farmasi. Kelas internasional menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar setiap harinya. (him)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *