Bagaimana Penerapan Pidana Berbeda Dalam Kasus Yang Sama, PERSADA, USAID dan MaPPI FHUI Gelar Seminar Disparitas Pidana TPK

Infokampus.news, Malang –  Penerapan pidana yang tidak sama terhadap kasus yang sama atau disebut disparitas pidana adalah hal yang lazim ditemukan di Indonesia. Misalnya dalam sebuah kasus korupsi bersama, pelaku satu dan lainnya menerima dana yang sama namun setelah pengadilan memutuskan ternyata mereka menerima putusan berbeda.

Hal ini yang diungkapkan oleh Dr. Lucky Endrawati S.H., M.H peneliti di Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan (PERSADA) LPPM UB tentang pokok materi yang akan dipaparkan dalam seminar Disparitas Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi pagi ini (30/8).

“Misal proyek hambalang kok bervariasi ada yang 5 tahun, 10 tahun padahal dana yang diterima sama. Ada juga yang sama-sama menerima bukan sebagai ‘otak’ pembagian dana, berbeda pidana yang diterima.” Tukas dia pada tim infokampus.news.

Penerapan Pidana Berbeda Antara Pengajuan Jaksa dan Putusan Hakim

Ternyata hal ini merupakan hal yang terjadi karena adanya undang undang yang mengatur hal tersebut dengan detail. Dalam hal ini seorang jaksa dan hakim bisa memiliki pengajuan maupun putusan yang berbeda-beda.

“Kalau jaksa menuntut 10 tahun tapi hakim memutuskan 5 tahun saja ya tidak bisa dirubah lagi siapapun tidak bisa merubah. Itu sudah diatur dalam pasal dan ada rentangan penentuan. Mereka memiliki hak untuk menentukan,” tambah dia.

Namun demikian dalam materi seminar yang disampaikan oleh Joko Irianto, Kepala Kejaksaan Negeri, pihaknya memaparkan faktor faktor tertentu yang bisa mengakibatkan disparitas ini bisa terjadi. Meskipun faktor-faktor ini ada, namun pihaknya terus berupaya untuk menekan terjadinya disparitas pidana.

“Memang ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi, namun demikian kami sudah memiliki pedoman atau acuan dan kami akan terus berupaya agar disparitas ini tidak terjadi,” tukas dia. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UWG Malang Buat Alat Baru Untuk Permudah Pengrajin Sangkar Burung

Saat ini para penghobi burung sudah sangat menjamur, tidak hanya orang dewasa baik remaja maupun anak-anak juga sudah banyak yang...

Close