Bahasa Daerah Ternyata Sumber Peringkat Membaca Negara Kita Rendah!

Infokampus.news, Malang – Dalam seminar internasional yang digelar di auditorium multikultural Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) kemarin, Dr. Hetty Purnamasari, M.Pd dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNITOMO Surabaya memaparkan hasil temuannya yang cukup mengejutkan. Tenyata di beberapa wilayah di Indonesia seperti contohnya di daerah Madura, masih banyak masyarakat yang tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia.

“Waktu saya ke daerah Sampang saya pergi ke pasar dan mereka masih menggunakan bahasa daerah dan tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia,” paparnya pada para peserta.

Hal ini dinilai sangat memprihatinkan, dimana dunia kini telah berubah menjadi dunia yang sangat modern namun justru di beberapa daerah masyarakat masih belum bisa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dengan baik.

“Terpaksa saya harus mengeksplor bahasa tubuh, kerlingan mata dan sebagainya agar bisa survive berkomunikasi disana,” imbuhnya.

Berbahasa Indonesia Saja Tidak Bisa, Bagaimana Akan Membaca Buku?

Jika tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik Hetty beranggapan masyarakat akan kesulitan dalam hal literasi seperti menulis dan membaca buku berbahasa Indonesia.

“Bagaimana bisa baca buku kalau mreka tidak bisa berbahasa dengan baik?” ungkapnya.

Ia mengungkapkan ada beberapa cara yang bisa diatasi untuk merubah kebiasaan berbahasa daerah menjadi menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari hari. Salah satjnya dengan membuat komunitas khusus untuk merangsang pergeseran budaya masyarakat.

“Bisa dengan membuat komunitas khusus yang masuk ke lapisan masyarakat contohnya,” tutupnya. (Pus)

Berita Terkait

  • Infokampus.news, Malang - Asosiasi Dosen Republik Indonesia (ADRI) hari ini (15/2) menggelar konferensi Internasional berkolaborasi dengan kampus Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) dengan tema 'Language Development Issue and The Challenge of Global Economy, and Industry'. Acara yang digelar di auditorium multikultural UNIKAMA ini juga menghadirkan beberapa narasumber seperti Ketua Umum Adri Indonesia, staff ahli Menristekdikti, dan juga dekan dari Universitas Soetomo Surabaya. Acara ini digelar sebagai bentuk dukungan untuk para dosen…
  • Menjelang tahun ajaran baru 2017, Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) lebih fokus untuk meningkatkan mutu daripada tambah kuota mahasiswa.
  • Pemantapan Manajemen Mutu ISO 9000:2015, yang digelar di Auditorium Multikultural Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) hari ini, rektor mengaku sangat antusias. Dr. Pieter Sahertian, M.Si mengungkapkan ISO terbaru yang diterapkan ini adalah suatu hal baru yang sesuai dengan visi kampus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lepas Tim Appate62 ke Singapura, Rektor, ‘Tahun Ini Harus Melaju ke Angka 1!’

Dengan banyaknya ajang internasional yang diikuti oleh kampus UB akan mendongkrak peringkat kampus versi webometric.

Close