Banyak Impor Kedelai Dari Amerika, Guru Besar UB Ini Punya Solusi Sendiri

Infokampus.news, Malang – Indonesia yang katanya negara agraris ternyata banyak impor kedelai dari amerika. Fakta ini sangat memprihatinkan mengingat kedelai adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat mulai dari pakan ternak, lauk pauk dan aneka olahan lain berasal dari biji-bijian ini.

Untuk itulah Guru Besar FTP UB Prof. Dr. Ruslan Wirosoedarmo, M.S., mencoba mencari cara agar jumlah produksi kedelai indonesia meningkat. “Saat ini produksi Indonesia hanya 0,9 ton saja padahal kebutuhan kita 2 juta ton,” katanya pada wartawan.

Solusi Tidak Impor Kedelai Dari Amerika Adalah Memfungsikan Lahan Kosong Yang Tidak Terjamah

Ahirnya salah satu solusi ia temukan untuk mengatasi masalah ini yakni dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya diabaikan atau tidak dilirik sebagai tempat bercocok tanam kedelai.

“Selama ini petani hanya gunakan lahan dari nenek moyang lalu ditanami, tapi masih banyak lahan berpotensi untuk bisa digunakan sebenarnya,” tuturnya.

Di kawasan Malang Raya sendiri ada beberapa area yang sudah ia gambarkan denah khusus. “Malang Raya dan Kediri itu banyak sekali.” tambahnya lagi.

Menurut Ruslan ada beberapa kriteria tanah dan lingkungan yang cocok untuk digunakan untuk menanam kedelai ini. “Kondisi iklim, sifat sosok tanah, ph tanah, suhu dan kelembapan itu harus diperhatikan. Dimana saja bisa asal beberapa syarat ini bisa terpenuhi,” Tutupnya. Ia berharap dengan penelitiannya ini masyarakat Indonesia tidak tergantung pada Amerika Serikat dalam hal memenuhi kebutuhan kedelai. (Pus) 

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Selamat! UNISMA Raih PHBD Terbaik Nasional 2017

Infokampus.news, Malang - Universitas Islam Malang (UNISMA) menghadiri acara yang digelar oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui Direktorat Jenderal

Close