Banyaknya Regulasi Baru Pendidikan di Indonesia, Sudah Tepatkah?

Infokampus.news, Malang – Banyaknya regulasi baru pendidikan di Indonesia nampaknya masih perlu dikaji apakah sesuai dengan kebutuhan bangsa saat ini. Tidak hanya di Indonesia, ternyata hal ini juga menjadi isu pendidikan di berbagai negara lain yang perlu dikaji ulang di ranah internasional.

Untuk itulah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM)  menggelar konferensi internasional pendidikan dan pelatihan (3rd International Conference of Education and Training) Sabtu, 30 September 2017 mendatang. Dekan FIP UM Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono M.Pd., menjelaskan pihaknya perlu mengadakan konferensi ini sebagai upaya untuk memecahkan dan berbagi isu pendidikan bersama.

“Kita mengangkat isu nasional dan global, tren konferensi Internasional dalam forum ini. Selain itu juga ide dan pandangan sangat diperlukan untuk menekan masalah masalah pendidikan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.” Tukas dia saat ditemui tim infokampus.news.

Banyaknya Regulasi Pendidikan Baru di Indonesia Tidak Harus Dikaji dengan Pendekatan Global Namun Pendekatan Lokal Juga Harus Diperhatikan

Menurut pihaknya dalam tema pendidikan global dan lokal (GLOCAL) yang diangkat dalam konferensi ini juga merupakan hal yang penting diperhatikan. Karena saat ini praktisi pendidikan di Indonesia senang melakukan pendekatan dengan rumusan global saja.

“Lalu lokalnya bagaimana? Kami rasa ini juga penting untuk diperhatikan,” tambah pihaknya.

Perpaduan antara pendekatan lokal dan global merupakan rumusan yang tepat untuk menyelesaikan hal-hal yang masih perlu untuk dibenahi dalam sistem pendidikan di Indonesia.

“Solusi yang paling tepat kami rasa ya tidak hanya melakukan pendekatan global tapi juga lokal.” Tandasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Universitas Brawijaya Kukuhkan Dua Guru Besar Dalam Bidang Ilmu Hukum dan Peternakan

Infokampus.news, Malang - Dua guru besar kemabili di kukuhkan oleh Universitas Brawijaya (UB), Rabu (27/9/2017).

Close