Bedah Buku Tuhan Maha Asyik, Sujiwo Tejo Ceritakan Pengalaman Asyiknya Menemukan Tuhan

Infokampus.news, Malang – Bedah buku “Tuhan Maha Asyik” milik Seniman terkenal, Sujiwo Tejo yang disselenggarakan di Theater Dome Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam buku Tuhan Maha Asyik ini sendiri Sujiwo mengurai beberapa kisah tentang keberagaman agama dan tentang sebuah pencarian diri, dalam penyampaian yang ringan dan sangat mudah untuk dibaca. Dipandu oleh Moderator yaitu Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB, Megasari Noer Fatanti, Sujiwo Tejo menceritakan tentang isi bukunya yang bernuansakan keagamaan dari prespektif dari seorang Sujiwo Tejo.

Sujiwo Tejo Komentari Fenomena Sosial Media Saat Ini

Pada awal perbincangan Sujiwo Tejo sudah mengajak audiens yang hadir di Theater Dome UMM ini untuk menelaah kembali fenomena kegaduhan media sosial yang beberapa bulan terakhir menjadi fenomena hangat di Masyarakat. Dirinya menyambungkan tentang fenomena tersebut ke dalam tulisannya dibuku Tuhan Maha Asyik dimana pencarian diri merupakan sesuatu yang mendasari fenomena tersebut.

“Konsepsi benar dan salah menjadi dasar dari fenomena tersebut. Masalah di sosial media, kebenaran kemudian diserahkan kepada masyarakat banyak. Padahal belum tentu orang tersebut bernar-benar paham akan masalah yang di gulirkan. Logikanya, jika mahasiswa konsultasi terkait Ilmu Komunikasi bukan ke dosen ilmu komunikasi, apa benar orang tersebut paham,” paparnya.

Bersama Buya Kamba, Sujiwo Tejo Alami Asyiknya Menemukan Tuhan

Bekerja sama dengan akademisi Nur Samad “Buya” Kamba, Sujiwo Tejo menceritakan tentang betapa asyiknya dirinya ketika dapat menemukan Tuhan tanpa adanya suatu pelabelan dan pemaknaan-pemaknaan yang membuat adanya suatu pemaksaan. Menurutnya, Tuhan tidak bisa dipikirkan dan dikonsepsikan. Sebaliknya, Tuhan harus ditemukan dan penemuan itulah yang membuat pengalaman itu menjadi sangat asyik.

“Pencarian-pencarian itu lah yang membuat asyik sebetulnya. Tanpa harus ada kurungan atas penamaan tanpa harus ada pengurungan atas pemaknaan,” Ujarnya.

Sujiwo Tejo : Etis itu Artinya Mengerjakan Sesuai Keinginan Hati

Selain itu, dirinya juga mengangkat persoalan Etik yang tentunya di sambungkan dengan fenomena yang ada dimasyarakat. Menurutnya, keteisan seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia bisa bekerja sesuai passion mereka. Karena menurutnya, jika seseorang tidak menjalani pekerjaan sesuai dengan apa yang di sukainya, maka orang tersebut sudah dapat dikatakan tidak etis.

“Saya contohkan jika orang tidak suka akan dunia politik tapi dia kerja sebagai anggota DPR maka dia tidak Etis. Wong kerja tidak sesuai keinginan kok dipaksakan, nanti kerjanya akan tidak beres pasti,” Ungkapnya.

Dalam bedah buku ini, Sujiwo Tejo sendiri menyelipkan sedikit aksi musikalisasi dan puisi yang dibantu oleh Keroncong Malang Utara dan Brawijaya Univesity Student Choir. Pada Akhir acarapun, Pria yang melabeli dirinya sebagai Presiden Jancuker ini menyempatkan diri untuk berfoto dan menandatangani buku yang dibawa oleh Audiens yang Hadir dalam acara yang dihelar oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UB yang tergabubg dalam Diwangkara EO. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mahasiswa Komunikasi UB Selenggarakan Kegiatan Bedah Buku Sujiwo Tejo “Tuhan Maha Asyik”

Infokampus.news, Malang - Seniman Sujiwo Tejo hadir di kegiatan Bedah Buku diadakan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UB yang bernama Diwangkara EO.

Close