Belajar dari Kejayaan Indonesia Masa Lampau, Bhinneka Tunggal Ika

Infokampus.news – Dahulu kala Indonesia pernah mengalami masa kejayaan pada zaman kerajaan Majapahit, jauh sebelum para penjajah negeri Eropa datang untuk berlabuh dan berdagang. Pada saat itu nusantara, wilayah kekuasaan Majapahit sangat besar, bahkan hingga mencakup wilayah Kamboja, Laos, Vietnam dan juga Philipina atau yang sekarang kita sebut ASEAN.

“Pada zaman dahulu itu negara kita pernah besar sekali sampai mencakup ASEAN kalau sekarang kita menyebutnya, hanya dengan bekal kalender (penanggalan bercocok tanam) kita bisa unggul dan menguasai negara lain,” jelas Dr Linda Sunarti, M.Hum dosen Sejarah Universitas Indonesia (UI) saat mengisi acara di Universitas Negeri Malang (UM) beberapa waktu lalu.

Baca Juga :

Penanggalan bercocok tanam yang sering disebut dengan pranata mangsa ini menjadi teknik yang digunakan petani agar sensitif terhadap perubahan alam yang terjadi. Sehingga membuahkan hasil panen komoditas pertanian yang maksimal.

Diakui oleh Dr. Linda bahwa kalender pertanian Indonesia memanipulasi dari India, namun karena kemampuan para Mpu kala itu, pranata wangsa diolah kembali dan dijadikan pedoman para petani yang menjadikan sektor pertanian menjadi faktor utama kejayaan Majapahit.

“Kalender pertanian dari India diolah lagi oleh Mpu kita (India kiblat Indonesia zaman dahulu) ahirnya kita punya kalender itu untuk negara yang ikut dengan aja, yang tidak ya tidak boleh lihat padahal kan zaman itu pertanian sangat diagungkan,” ujarnya dengan semangat.

Mewarisi Ilmu Kebinnekaan dari Dulu Hingga Sekarang

Kala itu (kerajaan Majapahit) Indonesia sudah merupakan negara dengan tingkat kemajemukan yang tinggi. Bangsa Indonesia sangatlah besar, namun konflik atas budaya maupun internal sangat jarang terjadi. Hal ini terbawa dalam kehidupan berbangsa kita hingga saat ini.

“Indonesia negara yang besar dan bagus sangat majemuk, sekarang mana ada negara sehebat Indonesia mampu menyatukan ratusan perbedaan kultur ini dari Sabang hingga Merauke. Ini sudah dari zaman Majapahit dulu kita begini, tidak ada sampai perang saudara Indonesia ini sangat bagus dalam menghormati kehidupan majemuknya, semoga ini berlanjut hingga ke masa yang akan datang,” harapnya.

Penulis : Irma Puspita
Editor : Galuh Pandu

Foto : Irma – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Beasiswa SISS di Swedia, Gabung Yuk!

Beasiswa SISS yang mendanai penuh biaya pendidikan bagi mahasiswa asing di universitas-universitas maupun perguruan tinggi Swedia

Close