Berantas Diabetes, Mahasiswa UGM Buat Formula Dari Bahan Dasar Lebah Madu

Infokampus.news – Diabetes atau biasa dikenal dengan kencing manis adalah masalah kesehatan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Tidak memandang usia, penyakit diabetes sudah menyerang berbagai kalangan mulai dari usia kanak-kanak, remaja, dewasa hingga lansia. Selain keturunan, gaya hidup yang tidak teratur juga menjadi faktor diabetes bersarang.

Dion Adiriesta Dewananda, Moh. Hafidz Farichul Amin, Riesna Martianasari, Mulya Fitranda dan Hafidh Shofwan Maajid dari Universitas Gadjah Mada ini mencoba memanfaatkan lebah madu hutan (Apis dorsata) sebagai terapi probiotik untuk menekan kadar gula dalam darah yang ada pada penderita diebetes.

“Produknya kami buat dalam bentuk yoghurt,” ungkap Dion Adiriesta Dewananda.

Lebah madu dipilih karena pada perut lebah madu hutan terdapat bakteri Lactobacillus plantarum yang diketahui bersifat antibakterial, antihiperglikemia, antihipertensi dan antistringent. Pemanfaatan jenis bakteri dari perut lebah madu ini kemudian digunakan sebagai starter untuk memfermentasi susu agar menjadi yoghurt.

Bahan Dasar Lebah Madu Yang Lebih Aman Dan Efisien

Sebagai percobaan pada uji coba laboratirium menggunakan media selompok tikus yang dikalukan di Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, hasilnya diketahui yoghurt yang mengandung prebiotik dari lebah madu tersebut terbukti mampu menurunkan kadar gula darah dan meredakan adiksi gula.

“Terbukti mampu menurunkan kadar gula darah dan meredakan adiksi gula secara signifikan,” tegasnya.

Diharapkan minuman probiotik yoghurt ini mampu menjadi terobosan baru untuk menggantikan obat-obatan diabetes dari bahan lainnya yang mungkin dinilai belum teruji klinis dan efisiensinya. Selain itu bahan alami dari lebah madu ini lebih mudah didapatkan dan aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. (has)

Sumber : https://www.ugm.ac.id/

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dekan FT UWG Malang : Jadi Dosen Harus Produktif Menulis

Mengukur kompetensi dosen tidak hanya dari kemampuannya menjadi seorang pendidik, selain itu dosen memiliki kewajiban lain untuk melakukan publikasi

Close