Berbagi Ilmu Cara Gampang Riset Go Internasional

Infokampus.news, Malang – Dr. Ir. Wahyu Mulyo Utomo, perwakilan dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Institut Teknologi Nasional pada Senin (3/4). Dr. Wahyu menjadi pembicara tentang kesempatan bagi para mahasiswa untuk melakukan riset gabungan atau joint research dengan pihak-pihak dari luar negeri.

Dr. Wahyu mencoba menepis pandangan bahwa untuk suatu riset bisa go international sangatlah sulit. Ia mengatakan bahwa joint research adalah salah satu solusi tergampang bagi sebuah riset untuk menembus dunia internasional.

“Poin terpenting adalah komunikasi dan kesiapan riset. Saya saja pernah joint research dengan seorang doctor dari California, padahal saya itu wajahnya bagaimana itu belum pernah lihat,” tuturnya.

Ia menceritakan pengalamannya joint research dengan seorang doctor di bidang elektro yang hanya berasal dari saling balas-membalas email. Dari pertukaran komunikasi lewat surat elektronik itu, ia bahkan mendapat kesempatan diundang untuk menggunakan laboratorium milik California Polytechnic State University.

“Tapi bukan saya yang berangkat, melainkan mahasiswa saya. Jadi saya benar-benar belum pernah bertemu dengan Dr. Taufik, rekan riset saya tersebut,” ceritanya.

Bertukar Ilmu Tanpa Batas Jarak

Dalam kuliah tamu tersebut, ia menyebutkan keuntungan dari riset gabungan dengan pihak lain yang berada di luar negeri, salah satunya adalah pengakuan hasil riset yang lebih global. Selain itu, mengkomunikasikan riset yang sedang dilakukan dengan pihak lain yang berada di luar negeri dapat memberikan pandangan baru.

“Pengalaman saya melakukan riset dengan Dr. Taufik membuktikan bahwa joint research tidak harus saling bertemu muka, tapi bisa dilakukan dimana saja kapanpun,” ujar Dr. Wahyu.

Ia lalu menjelaskan, berhubung saat ini sudah ada penandatanganan MoU kerjasama antara ITN Malang dan UTHM, untuk mahasiswa ITN Malang tentunya peluang mendapatkan kesempatan melakukan kolaborasi riset dengan pihak UTHM semakin terbuka.

“Yang penting benar-benar siapkan bahan-bahan untuk risetnya, siapa tahu nanti bisa sampai diundang ke sana (UTHM) untuk menggunakan laboratorium kami secara gratis untuk keperluan riset,” tuturnya. (Art)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rektor: ITN Bangun Fondasi Go Internasional

Satu bukti keseriusan ITN Malang untuk melebarkan sayap ke dunia internasional adalah adalanya seminar tamu dari Dr. Ir. Wahyu Mulyo...

Close