Berbagi Pengetahuan di Bidang Medis, Mahasiswa Universitas Erasmus Lakukan Kolaborasi Riset dengan Fakutas Kedokteran UNAIR

Infokampus.news – Sebuah kebanggaan dapat menjadi salah satu bagian dari Indonesia, selain kaya akan budaya, tradisi dan sumber daya alam, ternyata Indonesia juga menjadi salah satu negara tujuan untuk para peneliti melakukan riset dan percobaan.

Saling berbagi mengenai ilmu pengetahuan dan pengalaman dirasa sangat penting bagi setiap negara, tentunya temuan yang ada disetiap tempat ataupun wilayah memiliki ciri khas dan permasalahan yang beragam. Dengan begitu saling berbagi menjadi salah satu tindakan yang sangat positif bagi setiap negara.

Seriusi Kerjasama Positif Antara Universitas Erasmus Dan Universitas Airlangga

Lisa Alofs dan Rutger Iysselstein adalah mahasiswa pendidikan Master dari Department of virology, Universitas Erasmus, Belanda. Saat ini mereka sedang melakukan penelitian di Indonesia, ini merupakan kegiatan kolaborasi penelitian bersama yang sudah terjalin cukup lama antar Universitas Airlangga dan Universitas Erasmus.

Selama enam bulan Lisa Alofs dan Rutger Iysselstein akan didampingi oleh sejumlah peneliti dari Divisi Tropik-Infeksi. Departemen-SMF Ilmu Penyakit Dalam FK UNAIR- RSUD Dr. Soetomo, antara lain Musofa Rusli, dr., Sp.PD dan Prof. Usman Hadi, dr,. Sp.PD., K-PTI., Ph.D. Kegiatan penelitian mereka banyak dilakukan di Laboratorium RSUD Dr. Soetomo-FK UNAIR, Rumah Sakit Universitas Airlangga serta Institute of Tropical Diseases (ITD) UNAIR.

“Umumnya mahasiswa lain melakukan riset di Belanda. Sementara kami memilih datang ke Indonesia,” ungkap Rutger.

“FK universitas airlangga dan Universitas Erasmus sudah banyak melakukan penelitian dan pengembangan ilmu bersama-sama. Kami berharap kerjasama ini dapat terus terjalin dan membawa manfaat yang lebih banyak lagi,” jelasnya.

“Saya ingin menempuh studi di luar negeri khususnya di Asia. Sementara alasan memilih Indonesia karena masyarakat di sini baik, ramah. Dan itu memang benar adanya,” tutur Lisa Alofs.

“Kasus penyakit tropis di Indonesia dengan Belanda sangat jauh perbandingannya. Prevalensi penderita penyakit tropis di Belanda seperti demam berdarah sangatlah sedikit. Rata-rata mereka terjangkit setelah melakukan perjalanan ke luar negeri, dan kembali pulang ke Belanda dengan membawa penyakit,” pungkasnya.

Kedua mahasiswa dari Universitas Erasmus ini akan melakukan observasi berbagai penyakit tropis, kegiatan yang akan mereka lakukan meliputi pengambilan sampel darah, pengumpulan symptom, analisis berbagai gejala yang ada yang selanjutnya akan disimpulkan jenis virus serta diidentifikasi secara klinis. (has)

Sumber : http://www.unair.ac.id/

 

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wow Banyak Sekali Prestasi Yang di Toreh STIE Malangkucecwara Malang (ABM) Tidak Hanya Nasional Namun Juga Internasional Lho, Yuk Simak!

STIE Malangkucecwara Malang (ABM) kampus dengan segudang prestasi, tidak hanya dalam kategori akademik, dibidang non akademik

Close