Beri Banyak Bantuan Untuk Negara Berkembang Tanpa ‘Pamrih’, KSS Indonesia Bukti Negara Kita Sudah Naik Kasta

Infokampus.news, Malang – Naik kasta menjadi negara berkembang berpenghasilan menengah tentu menjadikan Indonesia saat ini memiliki peran khusus. Jika dahulu hanya menerima bantuan, saat ini negara kita sudah harus berangsur mengambil peran sebagai negara penyedia bantuan untuk negara berkembang lainnya.

Melalui KSS Indonesia yang berdiri mulai tahun 2015, total sebanyak 96 negara berkembang kini telah menerima program bantuan pertanian dan peternakan.

“Diantaranya adalah Timor Leste dan Kyrgyztan,” tukas Karuniawan Puji Wicaksono Ph.D., ditemui di tengah Seminar on Indonesia’s South-South Cooperation Exloring the Potentials di UBTV hari ini (14/11).

Indonesia Negara Berkembang Beri Bantuan Tanpa Pamrih Tidak Seperti Negara Lain

Berbeda dengan negara lain yang kerap memberikan bantuan dengan ‘pamrih’, menurut Karuniawan Indonesia selalu memberi bantuan dengan cuma-cuma. “Jadi kalau kami memberinya seperti mesin bajak sawah, lalu memberi bantuan benih, asistensi produksi pertanian dan penanggulangan penyakit, begitu.”, Tambahnya.

Pihaknya juga memberikan bantuan lain berupa pengembangan kapasitas maupun kerja sama teknik lain, seperti pembangunan, tata kelola pemerintahan yang baik dan ekonomi. “Untuk beberapa bidang tertentu, jadi kami datangkan mahasiswa asal negara tersebut ke Indonesia lalu kami berikan pelatihan khusus.”.

Ternyata, dengan pemberian bantuan seperti ini negara-negara tersebut merasakan manfaat dan perolehan yang lebih optimal.

“Seperti bantuan teknologi pertanian itu, mereka sangat antusias dengan teknologi tepat guna untuk negara mereka. Mereka kan tidak mungkin mengadopsi teknologi negara yang begitu canggihnya untuk mengembangkan negaranya, tidak cocok nanti. Jadi bantuan kami lebih ke arah sana,”, Pungkasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tak Mau Kalah, Teknik Elektro UB Kejar Akreditasi Internasional Bergengsi ABET

Mengikuti jejak Teknik Pengairan yang telah mendapatkan akreditasi internasional bergengsi AUN-QA pada Januari 2017 lalu, kali ini Teknik Elektro (TE)

Close