Bersama UPM Malaysia, Unisma Selenggarakan FGD Halal Industri

Infokampus.news– FEB Unisma semakin memantapkan diri sebagai  institusi yg peduli terhadap pengembangan  Halal Industri  diberbagai negara serta rencana  pengembangan riset dibidang  Halal Industri. Atas kepeduliannya tersebut,  bertempat di Hall K.H Masjkut Gedung Yayasan Universitas Islam Malang,  menggelar Focus Group Discussion tentang  Halal Industry : Market and Research For Economic Welfare.

Acara yg digelar sehari ini melibatkan peneliti- peneliti dari Universiti Putra Malaysia dan Peneliti dari Unisma.  Dekan FEB Unisma, Ibu  Nur Diana SE, MSi membuka acara yang dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dari FEB Unisma yg semakin memantapkan diri sebagai kampus yg peduli terhadap Halal Industri. Melihat fenomena yang ada, industri halal semakin diminati banyak negara di dunia. Produk halal tidak hanya identik bagi kebutuhan masyarakat muslim, saja, masyarakat non muslim di dunia mulai mengkonsumsi produk halal.

“Global Islamic Economic Report 2017  menyatakan bahwa food and Lifestyle expenditure mencapaiUS$2 Trilyun” tambahnya hal ini didukung pula fakta  negara non muslim berlomba-lomba  menggarap bisnis Syariah.Lihat saja Thailand yg sukses sebagai eksportir produk pangan bersertifikasi halal terbesar di dunia. Disampaing Tiongkok juga berjaya mengekspor sandang halal ke Timur Tengah.” Untuk itu dalam upaya pengembangan dan riset perlu sinergi dengan lembaga lain.

Baca Juga :  Manfaat Vitamin C 500mg Untuk Tubuh, Menjaga Daya Tahan Tubuh!

“Pentingnya upaya sinergitas dalam memahami konsep industri yang  akan menghasilkan kebijakan untuk mengimplementasikan industri halal dalam bentuk konkret” tambah Ibu Diana mengakhiri sambutannya.

sebagai  perguruan tinggi (Islam) memiliki peran penting dalam mendukung dan mengembangkan industri halal, mulai dari pengajuan persyaratan halal, proses sertifikasi, pelatihan, hingga penguatan promosinya.

“Dosen FEB telah banyak konsen dalam riset bidang halal industry dan  kedepannya  adanya  joint research  dengan peneliti dari negara lain akan meningkatkan khasanah perkembangan riset Halal Industry dari berbagai negara.”

Sementara itu Kegiatan Focus Group Discussion dengan topik Halal Industry: Market & Research for Economic Welfare ini melibatkan ketua tim riset Halal Industri darib Universiti Putra Malaysia  Rozmiza H. Bidin PhD   dan  Ketua Tim Riset Halal Industri dari Unisma Harun Alrasyid PhD.Selain itu  FGD ini juga  dihadiri  peneliti, akademisi, pengelola pondok pesantren, majelis ulama indonesia kota Batu serta pemerhati Halal Industry.

Dalam FGD ini  dibahas peluang riset bidang halal industry, peta riset halal industry dan  Networking antar umat islam  yg memiliki visi dan misi yang sama diberbagai negara guna pengembangan Halal Industry.

Baca Juga :  Intip Para Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Digitalisasi Kampus menuju World Class University

Kami berharap ini menjadi tren untuk membumikan industri halal di semua bidang kehidupan umat muslim, “harap Rozmiza Bidin dari UPM, Malaysia hadapan para peserta FGD yang hadir.

Menurut  Harun Alrasyid, PhD , ada 20 terminologi dalam Al Quran tentang halal. Halal juga bermakna syariah, yang memiliki makna komersial yang positif. “Bagi umat Islam, sektor halal industry terbagi dalam sektor makanan dan minuman (food sector), sektor keuangan (finance sector), sektor perjalanan (travel sector), sektor pakaian (clothing sector), sektor media/rekreasi (media/recreation sector), sektor farmasi (pharmaceutical sector), sektor kosmetik (cosmetics sector), dan sektor perawatan medis (medical care sector).

Dalam paparannya, menjelaskan membuat millestone dan Roadmap Riset Halal yg dikembangkan di Indonesia  yang dimulai Halal Awarness, bidang- bidang kajian dan pendampingan kesadaran halal ke masyarakat muslim sampai dengan peta risetnya.

Pengembangan Halal Industry akan berdampak pada Halal Tourism yang secara otomatis  akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat. Peluang Riset  bidang Halal industri memiliki banyak peluang yang perlu digarap diantaranya: manajemen dan sertifikasi produk halal, implementasi konsep halal untuk komunitas sosial, halal marketing, halal media komunikasi dan lain- lain. (Sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published.