Bilik Antiseptik Buatan Dosen UGM Mejeng di Ditlantas Polda DIY

INFOKAMPUS.NEWS – Upaya Masyarakat Indonesia untuk mencegah dan mengurangi penyebaran wabah Covid-19 yang disebabkan virus corna SARS-CoV-2 terus dilakukan. Berbagai perguruan tinggi baik Negeri maupun swasta berlomba-lomba menciptakan alat guna pencegahan virus tersebut.

Dosen Universitas Gadjah Mada salah satunya, Mardhani Riasetiawan membuat boks antiseptik yang bisa menyemprot otomatis ketika seseorang masuk ke dalam boks tersebut. hebatnya lagi, beliau mengaku menciptakan alat tersebut hanya dalam waktu sehari semalam.

“Ada enam orang yang membuat bilik antiseptik ini. kami bekerja sama dengan Ditlantas Polda DIY dan Covid19gamabox.id untuk membantu mengurangi penyebaran virus corona di tengah kerumunan. Apalagi di kantor Samsat dan di kantor Ditlantas kerap didatangi masyarakat yang mengurus SNTK hingga BPKB” Terang dosen Fakultas Mipa UGM.

Pihaknya hanya memanfaatkan sebuah bengkel yang ada di Bantul. ia sengaja tak membuat di Workshop yang ada di kampusnya lantaran UGM telah menutup aktivitas dan kegiatan di dalam kampus.

Bilik setinggi 2,5 meter dengan lebar 1,5 meter berbentuk kotak memanjang ke atas. Mardhani menjelaskan, pihaknya menggunakan stainless steel untuk rangkanya dan menutup dengan plastik tebal.

Baca Juga :  Fresh Food, Aplikasi Dosen Teknik UB Jadi Start Up Terbaik Dunia

Di dalamnya terdapat 14 nozzle atau penyemport cairan disinfektan ketika pengunjung memasuki kawasan kantor pelayanan BPBK Ditlantas Polda DIY.

“Durasi penyemprotan sendiri sekitar tiga-empat detik. ketika pengunjung masuk, kami arahkan untuk berputar 360 derajat serta mengangkat tangan dan kaki agar bakteri yang menempel bisa mati.” Ujar dia.

ardhani tak menampik bahwa alat tersebut hanya bisa membunuh kuman dan bakteri, sedangkan virus yang terpapar belum dipastikan bisa mati dengan alat itu. Namun upaya ini, kata dia, diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus corona, yang diketahui hidup menempel pada tubuh hingga pakaian manusia.

“Ini salah satu upaya kami membuat bilik antiseptik. Melihat kantor Samsat yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, kami rasa alat semacam ini perlu,” terang dia.

Untuk sementara, bilik antiseptik masih menggunakan satu buah galon untuk menyimpan air. Dikatakan Mardhani, satu galon air bisa menyemprot 20-30 pengunjung yang datang ke kantor Ditlantas.

“Kami membuat cairan sendiri sesuai arahan dokter. Jadi beberapa air kami campurkan dengan bahan sanitizer dan ditambah pewangi. Artinya, bahan tersebut tidak merusak kulit,” terang dia.

Baca Juga :  Doktor Psikologi UB : Positive Thinking Jadi Kunci Penangkal Virus Corona

ardhani tak menampik bahwa alat tersebut hanya bisa membunuh kuman dan bakteri, sedangkan virus yang terpapar belum dipastikan bisa mati dengan alat itu. Namun upaya ini, kata dia, diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus corona, yang diketahui hidup menempel pada tubuh hingga pakaian manusia.

“Ini salah satu upaya kami membuat bilik antiseptik. Melihat kantor Samsat yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, kami rasa alat semacam ini perlu,” terang dia.

Untuk sementara, bilik antiseptik masih menggunakan satu buah galon untuk menyimpan air. Dikatakan Mardhani, satu galon air bisa menyemprot 20-30 pengunjung yang datang ke kantor Ditlantas.

“Kami membuat cairan sendiri sesuai arahan dokter. Jadi beberapa air kami campurkan dengan bahan sanitizer dan ditambah pewangi. Artinya, bahan tersebut tidak merusak kulit,” terang dia.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasetya menuturkan, dalam sehari pengunjung yang datang untuk mengurus surat-surat mencapai 100-150 orang.

“Itu sudah termasuk petugas kepolisian. Jadi bilik disinfektan ini di pasang di beberapa titik, nantinya pengecekan suhu pengunjung juga akan kami lakukan ketika masuk ke ruangan,” kata dia.

Baca Juga :  Akibat Langka, Prodi Farmasi UNS Ciptakan Hand Sanitizer

Agus mengaku, tak hanya Ditlantas Polda DIY saja yang akan dipasangi bilik antiseptik tersebut. Rencananya di beberapa layanan publik, yakni satlantas wilayah lain, juga akan disiapkan.

“Untuk saat ini kami pasang di [kantor] Ditlantas dahulu. Ke depan dari tim [pembuat] akan menyiapkan bilik untuk di satlantas jajaran,” ungkapnya. (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *