Cari Lowongan Pekerjaan Profesional di Negara Timur Tengah? Simak Ini Dulu

Infokampus.news, Malang – Usai lulus kuliah, mencari lowongan pekerjaan untuk menjadi tenaga kerja profesional di negara-negara timur tengah memang nampak menggiurkan. Gaji yang diterima memang sangat tinggi apalagi jika nominalnya dibawa pulang ke Indonesia. Namun ternyata, menurut Drs. Dede Achmad Rifai, MA asisten utusan khusus kepresidenan untuk timur tengah dan OKI saat memberikan seminar di Universitas Islam Malang (UNISMA) siang ini (12/11) banyak hal yang perlu diperhatikan jika ingin bekerja disana.
Salah satunya adalah perbedaan budaya dan juga norma yang berlaku dalam masyarakat dan kehidupan sosialnya.
“Senyum kalau disini itu penghormatan, kalau disana misal di Arab Saudi bisa bahaya bisa dianggap ‘mengundang’ gitu ya, jadi kita harus pelajari budayanya mereka juga dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Selain itu kendala mainstream lain itu bahasa juga,” terangnya.
Selain itu standar untukĀ  yang dimiliki negara-negara disana tidak sama dengan yang ada di Indonesia. Jika ingin bekerja di salah satu negara di timur tengah kita harus lolos tahap seleksi dan juga penyetaraan sesuai dengan standar negara tersebut.
“Misalnya saja perawat, disana perawat tidak seperti di sini lulus akademi langsung kerja. Harus lulus standar kualifikasi saudi dulu, kalau tidak lolos jadi perawat jadi asisten perawat dulu.” Imbuhnya lagi
Jadi banyak tenaga kerja Indonesia yang menurutnya sudah sampai sana namun tertolak atau gagal. Bukan karena mereka tidak mumpuni, tapi ada perbedaan standar antara negara satu dan lainnya terutama di bidang-bidang dan lowongan pekerjaan profesional.
Untuk itu menurutnya saat ini Perguruan Tinggi di Indonesia harus getol bekerjasama dengan negara maupun PT di timur tengah dalam upaya meningkatkan kwalitas lulusan agar bertaraf Internasional. Saat ini menurutnya sudah ada beberapa organisasi di Indonesia yang bekerjasama dengan negara lain untuk memberikan sertifikasi khusus bagi para lulusan dengan standar internasional.
“Jadi mereka sudah tidak harus tes lagi kalau bekerja di mana mana karena sudah ada sertifikasi itu,” ungkapnya. (Pus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *