Cegah Lunturnya Eksistensi Makanan Tradisional, Warek I UWG Malang Ajak Masyarakat Kembangkan Sekolah Jenang

Infokampus.news, MalangSudah pasti kita tahu jika jenang, madumongso, wajik merupakan makanan tradisional khas Jawa yang menjadi warisan leluhur bahkan konon sudah dibuat sejak Jaman Mataram kuno. Makanan tradisional khas Jawa tersebut terbuat dari bahan baku ketan, santan kelapa dan gula yang semuanya tersedia di Indonesia dan melimpah.

Namun sangat disayangkan, keberadaan makanan tradisional ini mulai tergeser oleh berbagai makanan impor dan makanan-makanan yang bergaya modern. Melihat permasalahan ini, UWG Malang bersama Pengusaha Jenang Madumongso turut bekerja sama untuk merintis Sekolah Jenang Madumongso sebagai upaya mempertahankan keaslian makanan tradisional khas Jawa yang terasa manis ini.

Melalui Program Ipteks bagi Pengembangan Produk Ekspor (IbPE) yang mendapat suport pendanaan dari DRPM- Kemristekdikti, Prof. Dr.Ir. Sukamto, MS., Ir. Sudiyono, MP dan Dra. Wahju Wulandari menggagas adanya Sekolah Jenang Madumongso dan sejenisnya.

Rencananya, program sekolah jenang madumongso akan dibuka pada awal bulan Januari 2018, disana akan dijelaskan mengenai pendidikan dan latihan tentang cara membuat jenang, madumongso,wajik ketan,wajik kletik baik teori maupun praktek langsung.

Walaupun ini merupakan produk makanan tradisional, di Sekolah Jenang Madumongso juga akan di fasilitasi media-media yang bertujuan untuk mempermudah proses edukasi dan produksi seperti Audio Visual, Dapur Jenang, Pengemasan, Labeling Merek, cara menganalis ekonomi dan lain lain.

Lestarikan Kekayaan Leluhur, Makanan Tradisional Juga Aset Bangsa

“Jenang madunomgso wajik adalah produk asli Indonesia yang mulai ditinggalkan dan kurang dikenal oleh generasi muda sungguh memprihatinkan, oleh karena itu kami mengajak seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memajukan produk khas daerah supaya bisa menembus pasar Dunia dan pasar Indonesia sendiri. Mari kita bangga dengan makanan asli Indonesia,” tutur Prof. Dr.Ir. Sukamto yang juga wakil rektor I UWG Malang.

“Yang bisa mengikuti pendidikan dan latihan pembuatan jenang,madumongso,wajik ketan,wajik kletik adalah seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat Luar Negeri. Baik Pelajar, Mahasiwa, Pemuda dan Orang tua pokoknya seluruh lapisan masyarakat bisa memanfaatkan program ini,” pungkasnya.

Sekolah Jenang Madumongso berada di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan kerja sama dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) “KELAPA SARI” milik Mas Hedri Setiawan,SE sekaligus sebagai Mitra. Selain sebagai tempat pendidikan dan latihan juga bisa dipakai sebagai sarana wisata kuliner berbasis jenang. (has)

 

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

STIE Malangkucecwara Gandeng 3 Perusahaan Untuk Perkenalkan Sistem Perdagangan Berjangka Komoditi

Selasa (03/09) STIE Malangkucecwara sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang berkecimpung di dunia pendidikan khususnya mengenai ekonomi telah melaksanakan...

Close