Cerdas! Olah Limbah Sayur Jadi Pakan Kelinci, Para Mahasiswa Ini Raup Untung Berlipat

Infokampus.news, Malang – Siapa menduga limbah sayur yang dipandang sebelah mata ternyata bisa sangat bermanfaat untuk pakan ternak kelinci? Adalah 5 mahasiswa Universitas Islam Malang yakni Nur Hikmaturohma, Ahmad Fahmi, Ari Sujatmiko, Alifatul Ulfa dan Dimas Bayu Anggara yang menemukan cara agar limbah-limbah ini mampu dimanfaatkan dengan baik.
“Awalnya karena ada pratikum aneka ternak kebetulan kelinci, ya akhirnya kita rawat dengan teman-teman. Lalu terpikir untuk membuat fermentasi pakan ini, ternyata sangat banyak manfaatnya untuk kelinci.” Terang Alifatul pada wartawan.
Tentunya selain hemat biaya karena berasal dari limbah, pakan ternak tersebut menjadi lebih tahan lama hingga 1 minggu. “Kandungan tidak ada bedanya, tetap bagus, malah nutrisi lebih mudah dicerna oleh ternak karena sudah terpecah-pecah jadi mudah diserap. Kotoran mereka juga tidak bau, tidak mencret, dan yang paling penting tambah gemuk.” Ungkap Fahmi.
Cara pembuatan fermentasi sayur ini juga sangat mudah dan murah. Mereka hanya perlu menambahkan tetes tebu dan mikroba pada sayur yang memerlukan dana kurang dari 50 ribu rupiah. Dengan uang 50 ribu dan sedikit tenaga untuk mendapat limbah sayur mereka bisa memberi makan kelinci ternaknya yang sudah berjumlah 12 ekor selama satu bulan penuh.
Selama penelitian dan perawatan yang mereka lakukan selama 3 bulan, kelinci sudah mengalami kenaikan berat badan sebanyak 2-3 kilo. Padahal jika dijual dalam bentuk daging siap olah, harganya mencapai 70 ribu rupiah per kilo.
“Kami jual masih hidup juga 150 ribu per ekor, selai itu kami juga bekerjasama dengan salah satu tim UMKM untuk membuat abon kelinci yang dibanderol 40 ribu per 100 gramnya. Kami hampir tiap hari dapat order daging untuk dibuat sate kelinci juga, kami sembelih sendiri.” Papar Ahmad.
Bisnis yang mereka kembangkan dari pendanaan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Kemenristekdikti ini, kedepannya akan terus mereka perbaiki dari berbagai sisi. Mereka juga ingin menginspirasi banyak mahasiswa lain agar mampu menemukan celah ekonomis dari barang atau benda sepele yang selalu dipandang sebelah mata. (Pus)

Berita Terkait

  • 5 Mahasiswa Teknik Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) yakni Mario, Nur, Syariff, Lilin, Dendi berhasil menorehkan prestasi dalam International Research Innovation, Invention & Solution Exposition (IRIISE 2018) yang diadakan pada tanggal 14-16
  • Infokampus.news – Rangkaian Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kemenrsitekdikti Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarata selama satu bulan, diakhiri dengan mengadakan gelar produk bernilai dari limbah dan  seminar kewirausahaan pada sabtu (25/8). Serangkaian kegiatan ini dilakukan di Kantor Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Seminar kali ini mendatangkan pembicara Sarjudi dengan tajuk mengolah limbah menjadi cascing melalui beternak cacing dan pemateri kedua yakni Dr. Surahma Asti Mulasari dengan materi pengolahan…
  • Infokampus.news – Hasil penelitian 3 Srikandi Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga Surabaya berhasil sulap limbah B3 ‘Iron Slag’ menjadi batu bata merah yang ramah lingkungan. Sri Eka Dewi F. Sukarelawati, Vindi E. Fatikasai, dan Wildani Mahmudah, ketiganya berhasil lolos seleksi dan memperoleh hibah penelitian Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018 untuk bidang penelitian eksakta (PKMPE). Penelitian ini Berangkat dari aksi long march warga desa Lakardowo,…

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Keren! Jaket Penyeimbang Suhu Tubuh Karya Mahasiswa UB Ini Berjaya Hingga ke Cina

5 mahasiswa Universitas Brawijaya Malang (UB) berhasil menciptakan jaket yang mampu menyeimbangkan suhu tubuh. Adalah 5 orang mahasiswa Firmansyah Putra Satria...

Close