Cerita Dibalik Tes SBMPTN : Fenomena Pedagang Musiman, Mulai Dari Menambah Pendanaan Acara Sampai Pemenuhan Kebutuhan Hidup

Infokampus.news, Malang – Penyelenggaraan tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang serentak dilakukan beberapa Universitas Yang ada di Kota Malang tentunya meninggalkan cerita-cerita dari sisi lain yang menarik untuk kita cermati. Lingkungan kampus yang menjadi tempat terselenggaranya tes SBMPTN sendiri menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh para calon mahasiswa serta keluarga dan kerabat terdekatnya, apalagi di beberapa Universitas Negeri seperti Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) juga menggerlar registrasi Ulang Bagi Calon Mahasiswa ang diterima di jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Salah satu fenomena yang muncul tiap tahunnya dari ramainya penyelenggaraan tes SBMPTN dan registrasi ulang SNMPTN adalah banyaknya kalangan yang mencari pundi-pundi rezeki disekitaran lingkungan Universitas. yang berjualan pun berbagai macam kalangan ada masyarakat sekitar lingkungan kampus sampai dengan mahasiswa dari kampus itu sendiri. yang dijual pun beragam, dari peralatan untuk tes, Makanan dan Minuman, Buku, Sampai jasa angkutan orang yang siap mengantar para peserta yang berasal dari Dalam maupun luar kot Malang.

Manfaatkan Momentum Daftar Ulang dan TES, Mahasiswa Pun Ikut Menjajakan Barang Dagangannya

Salah satu penjual makanan yang turut meramaikan suasana lingkungan kampus UB adalah Adelia Rahmani ini. Adelia dan kelima temannya yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) ini sendiri berjualan makanan dan minuman dengan cara berkeliling liingkungan UB yang ramai didatangi oleh para calon mahasiswa yang sibuk mengikuti tes maupun sibuk mengantri untuk daftar ulang. Dirinya dan kelima temannya sendiri mengaku berjualan karena sekaligus menjalankan dana usaha dari kegiatan yang akan digelarnya bersama lima temannya tersebut.

“Kalau kami berjualan ini memang bentuk dari program dana usaha kepanitiaan acara kami. memanfaatkan momentum daftar ulang sekaligus tes SBMPTN ini memang alhamdullilah kami bisa mendapatkan profit yang lumayan untuk menambah dana dari acara kami. apalagi memang kan kaau yang didatar ulang antriannya banyak, ya pasti mereka mencari minuman dingin, makanya jualan kami laku,” Paparnya.

Penjual Peralatan Tes Ini Raih Penghasilan Lebih Dari Berjualan Saat SBMPTN

Lain dengan Adelia, lain lagi dengan pak Supardi. beliau merupakan penjual peralatan tes untuk para peseta SBMPTN yang mungkin tidak membawa peralatan secara lengkap. Pak supardi sendir menjual peralatan seprti papan jalan, Pensil 2B, dan Penghapus. Harganya pun beragam dari mulai 2 ribu – 10 rupiah tergantung dengan barang yang dibeli. Dari pengakuannya pun, hasil pendapatannya cukup lumayan arena banyak para peserta tes yang membeli.

“Ini dari pagi sudah banyak yang beli mas jadi tinggal apapn jalan saja yang belum habis. Saya bersyukur dengan kegiatan ramai-ramai tes SBMPTN ini bisa jadi salah satu penghasilan saya walaupun ini hanya ada sekali tiap tahunnya,” Ungkapnya.

Pak Supardi pun tidak sendirian berjualan. Dirinya juga membawa kedua saudaranya yang ikut bersamanya berjualan peralatan alat tulis untuk tes SBMPTN. Walaupun, tidak berjualan di tempat yang sama tapi dirnya mengaku kedua saudaranya tersebut tetap banyak yang membeli.

“Kalau adik saya berjualan di gerbang UB yang didekat Bank BNI sana, nah ada Keponakan saya yang jualan juga di Gerbang besar UM. Saya sih bersyukur dagangan yang kami bawa banyak yang membeli. lumayan untuk menambah penghasilan demi kebutuhan hidup,” Ungkapnya. (uch)

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Libur Kuliah, Ini Cara Unik Berkuliah di Alam Bebas

UWG Malang turut andil dalam pengadaan ruang kelas untuk ujian seleksi SBMPTN, semua perkuliahan ditiadakan untuk mendukung jalannya tes

Close