Ciptakan e-Gamelan, Kampus Ini Raih Penghargaan

Infokampus.news – Ciptakan e-Gamelan atau elektronik gamelan, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang meraih penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sebagai perguruan tinggi yang turut berpartisipasi melestarikan warisan budaya.

Saat acara penyerahan penghargaan di auditorium Gedung BPPT Jakarta baru-baru ini, tim e-Gamelan Udinus sempat memainkan beberapa karya yang merupakan hasil modifikasi suara gamelan, seperti saron, peking, bonang barung, bonang penerus, gong, kenong, demung, dan slenthem di hadapan Menristekdikti Mohamad Nasir.

Untuk menggugah mahasiswa agar mau terjun menjadi enterpreuner ini, kata dia, di masing-masing universitas negeri dan swasta di Pulau Dewata sudah memiliki inkubator bisnis yang bertujuan untuk melatih generasi muda agar siap memiliki usaha sendiri.

“Kami yakini inkubator bisnis ini akan berjalan optimal, karena di Bali memiliki SDM yang cukup mumpuni sehingga dalam pengembangan ekonomi kreatif ini apabila digeluti secara serius akan mampu mendongkrak roda perekonomian daerahnya,” ujar wanita yang selaku Ketua Inkubator Bisnis di Unud itu.

Ia menilai, Pulau Bali tidak memiliki kekayaan sumber daya alam seperti daerah lainnya, namun mampu bersaing dengan daerah lainnya karena memiliki potensi pariwisata dan menghasilkan kerajinan tangannya yang diminati wisatawan mancanegara.

“SDM kita sebenarnya sangat kreatif dan saya yakini mampu menyaingi negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang juga menekankan masyarakatnya untuk berwirausaha,” ujar Sayu.

Sehingga pengertian ekonomi kreatif ini adalah bagaimana upaya masyarakat mampu mengembangkan dirinya tanpa mengekspolitasi sumber daya alam yang ada di lingkungannya.

“Bali sendiri sangat potensial sekali dikembangkan dua hal ini yakni menumbuhkan wirausahawan muda dan sektor ekonomi kreatif,” ujarnya pula.

Ia mencontohkan, yang dapat dikembangkan wirausahawan muda dalam mendukung ekonomi kreatif adalah dengan menggalakkan produk negeri seperti mempromosikan kerajinan tangan asli Pulau Bali dan produk fashion khas Pulau Dewata yang diperkenalkan kepada wisatawan.

“Dengan berbekal sumber daya manusia yang kreatif diyakini roda perekonomian daerah akan terus berkembang,” katanya.

Selain itu, yang dapat dikembangkan masyarakat Bali adalah dengan memperkenalkan produk olahan makanan khas daerah yang sebelumnya hanya dikonsumsi sendiri, agar memproduksi makanan itu untuk diperjual belikan dengan dikemas lebih menarik untuk menambah pendapatan rumah tangganya.

“Kami sangat mendorong anak muda untuk mengembangkan industri ini seperti pengelohan dodol khas Bali atau jaja begina yang dikemas dan kemudian dijual untuk buah tangan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata,” ujar Sayu.

Dalam upaya ini, juga memang membutuhkan kegigihan wirausaha. Namun, ada solusi yang dapat dilakukan agar hal ini berjalan optimal.

“Seperti halnya industri pengolahan makanan ini dapat dilakukan oleh masyarakat yang ada di pedesaan, namun dalam pengemasannya agar lebih menarik perlu melibatkan wisausahawan muda untuk melakukan pengemasan ini,” katanya. (FAM)

 

Sumber: SemarangPos

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PR Kita Semua Sekarang, ‘Mengobati’ dan Meminimalisir Korupsi!

Seperti yang kita ketahui bersama banyak kita jumpai kasus korupsi yang telah diungkap di media-media negeri ini sangatlah memprihatinkan. Betapa...

Close