Dari Berjualan Kopi, Bawadi Bisa Raup Untung Hingga Ratusan Juta Perbulan

infokampus.news – Tidak disangka hanya dengan berjualan kopi, pria asal aceh ini bisa berpengahasilan ratusan juta perbulan. Teuku Dharul Bawadi, pada awal merintis usahanya ini hanya bermodalkan uang sebesar Rp 30 juta saja. Di umurnya yang masih terbilang masih muda yakni 30 tahun, Bawadi sudah mampu meraup omzet Rp 300 sampai Rp 600 juta hanya dengan berjualan kopi.

Berkat usaha yang dibangunnya, Bawadi juga berhasil mewujudkan mimpinya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Pada awal Bawadi membuka usaha, ia hanya mampu bekerja sama dengan 50 orang  petani saja, namun karena kegigihan dan keuletan, kini jumlah petani yang bekerja sama dengannya sudah mencapai 1.840 orang.

Dalam menjalankan usahanya, Bawadi dibantu oleh 28 karyawan tetap dan 34 karyawan lepasnya. Dan dalam waktu sebulan Bawadi mampu menghasilkan 12 ton kopi. Kopi-kopinya ini kemudian dipasarkan di 8 negara. Negara-negara yang menjadi kawasan penjualan kopinya yaitu Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, China, India, Australia dan Kanada. Kini Bawadi mulai memperluas jaringan penjualannya  dengan menembus pasar di negara-negara Timur Tengah dan Eropa.

Baca Juga :  15 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia Versi QS WUR Tahun 2022

Hal yang menjadi keunggulan dari produk miliknya adalah rasa kopi Aceh yang otentik. Meskipun ada  kopi lain seperti kopi Sumatera Gayo, aroma dan rasanya tidak akan dapat sekuat dan sesuai dengan kopi Aceh Gayo.

Pada awal-awal usahanya, hal pertama yang Bawadi lakukan adalah mempromosikan merknya lalu kemudian menentukan produknya. Menurutnya kekuatan utama dalam berbisnis adalah branding daripada penciptaan produk. Branding berfungsi sebagai tolak ukur apakah merk yang ditawarkan mudah ditawarkan masyarakat diterima masyarakat atau tidak.

Setelah melakukan branding, hal yang harus lakukan selanjutnya adalah menciptakan produk kemududian melakukan pemasaran. Pemasaran dapat dimulai dari menawarkan produk kepada anggota keluarga dan tetangga terlebih dahulu. Setelah mendapatkan respon positif, pemasaran dapat diperluas lagi.

Bawadi juga menekankan pentingnya mengawali usaha dengan berpegang teguh dengan prinsip kejujuran dan kepercayaan. Dan hal lain yang perlu diperhatikan yaitu mengenai penampilan produk yang harus dibuat semenarik mungkin. (sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published.