Dengan Teknologi Tepat Guna Mahasiswa UM Ini, Petani Bisa Hemat Biaya Hingga Jutaan Rupiah!

Infokampus.news, Malang – Masih dengan teknologi tepat guna untuk memberantas hama bawang merah, MOAT. Kali ini tim infokampus.news berkesempatan berbincang lebih detail mengenai teknologi apa yang digunakan 5 mahasiswa Universitas Neger Malang (UM), Yusuf Aji Wicaksono (Mahasiswa Teknik Mesin), Dani Prasetio, (Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin), Himmatul Ulya (Penddidikan Fisika), Eka Larasati (Mahasiswa PGSD), Ardi Lestari (Teknik Elektro) dalam pembuatan alat ini.

“MOAT ini singkatan dari Moth Attractor Tecnology, kemarin tim kami sudah sempat menjual ini 170 ribu rupiah untuk satu alatnya,” Ungkapnya.

Harga ini sangatlah murah jika dibandingkan dengan biaya penyemprotan hama ngengat bawang merah yang biasa dilakukan petani yakni di angka 15 juta rupiah. Dengan menggunakan MOAT petani bisa berhemat hingga 50%.

“Sebelumnya mereka juga menggunakan lampu PLN tapi hasilnya tidak maksimal. Sedangkan dengan produk ini kami desain sedemikian rupa agar efektif ‘menjebak’ ngengat yang mengganggu produksi bawang merah.” Paparnya lagi.

Lebih Jauh, Teknologi Tepat Guna Ini Efektif ‘Menarik’ Ngengat

Alatnya yang mereka rancang ini sekilas seperti lampu menggunakan daya baterai dan didesain untuk memancarkan cahaya dan meredup secara otomatis. Lebih dari itu, alat ini ternyata dilengkapi sensor dan juga RTC agar lebih optimal untuk menangkap ngengat.

“Jadi ngengat beraksi sekitar habis maghrib hingga jam 12 nah, kami pasang timer di jam-jam itu dan bisa mati otomatis jam 12 malam agar petani tidak harus ke gudang malam-malam. Sebelum digunakan harus diberi plastik lalu lem yang sudah kami rancang khusus di atas plastik itu tadi, agar ngengat yang menghampiri cahaya bisa terperangkap disini dan tidak bisa gerak lagi.” Ulasnya.

Lem yang ia gunakan juga merupakan lem khusus yang tidak di jual di pasaran. “Kami pakai minyak atsiri dan juga veromon agar lebih ‘menarik’ ngengat datang.” Tukasnya.

Kedepannya, setelah menyempurnakan produk buatan mereka ini nantinya mereka akan mengkomersilkan produk ini pada para petani di Indonesia. Tidak hanya untuk memberantas hama bawang merah, namun dirinya juga akan mengembangkan produknya untuk memberantas hama wereng, belalang dan sebagainya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Pilrek UB 2018: Nuhfil Rektor UB 2018-2022
Pilrek UB 2018: Nuhfil Rektor UB 2018-2022

Gelaran Pemilihan Rektor UB 2018 (Pilrek UB 2018) usai digelar Rabu (23/5). Dalam pemilihan yang dilakukan dalam Rapat Tertutup Senat...

Close