Dosen Unikama Berdayakan Desa Suwaru Jadi Wisata Agro-Edu

Infokampus.news – Melalui kegiatan pengabdian masyarakat skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kemenristek Dikti, tiga orang dosen Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) yakni, Dr. Sudiyono, M.Pd; Maris Kurniawati, M.Si., M.Kes; Rita Mustikowati, SE,. MM bersinergi dengan mitra dari Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, bertekad mewujudkan Desa Suwaru sebagai desa Agro-Edu Wisata. Kemauan dan niat yang kuat juga mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat Suwaru yang dipimpin oleh Kepala Desa Tedjo Sampurno. “Kami masyarakat Desa Suwaru sangat senang dengan adanya program ini, semoga dapat berjalan dengan baik dan sukses, sehingga mampu memajukan desa kami,” demikian kata Tedjo Sampurno.

Desa Suwaru yang selama ini dikenal sebagai Kampong Salak, memiliki kondisi alam pedesaan yang sangat menarik dan potensial menjadi destinasi wisata desa. Lokasi desa ini relatif mudah dijangkau karena terletak di pinggir jalan menuju kawasan wisata pantai selatan dari arah Kantor Kabupaten Malang, maupun dari Kota Malang. Dahulu setiap pekarangan warga pasti ditanami buah salak yang dikenal luas sebagai Salak Suwaru. Seiring dengan perubahan dan perkembangan masyarakat saat ini, sebagian masyarakat sudah menggantikan tanaman salaknya dengan jenis tanaman lain yang dianggap lebih menguntungkan. Namun brand sebagai Kampong Salak tetap melekat, bahkan julukan sebagai Kampong Salak telah di-launching oleh Bupati Malang Rendra Kresna pada tahun 2016 yang lalu. Saat ini di Suwaru telah mulai berkembang usaha pengolahan buah salak menjadi produk camilan yang menarik seperti, keripik buah salak, pie salak, kurma salak, jenang salak, manisan salak, selai salak, juga bubuk biji salak.

Baca Juga :  PKKMB ITN, Ini Kompetensi Mahasiswa di Era Industri

Dari penelusuran yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat Unikama tersebut, diketahui bahwa Suwaru memiliki potensi destinasi Wisata Desa yang sangat menarik jika digarap dengan serius. Kontur tanah desa yang sebagian tidak rata justru dapat dijadikan wisata jelajah alam. Suwaru juga memiliki embung (sumber air) yang mengalir sepanjang tahun melalui tengah desa. Saat ini warga masyarakat sudah ada yang membuka area wisata pemancingan ikan di dua tempat. Pengunjung cukup banyak khususnya pada hari-hari libur, meskipun pengelolaannya masih konvensional. Menurut Tedjo Sampurno, saat ini juga sudah ada warga mayarakat yang merintis pembuatan batik salak. “Dilihat dari aspek asesiblitas, appertise, dan amenities, Suwaru sudah memiliki semuanya, tinggal mengembangkan dan memberdayakannya,” kata Sudiyono.

Kegiatan yang dikerjakan oleh Sudiyono dkk, bersama-sama warga masyarakat pada tahap awal ini adalah, memaksimalkan pemberdayaan potensi desa dengan wisata perkemahan dan outbond. Di samping itu juga wisata petik salak, pemancingan ikan, budidaya ikan di keramba, serta peningkatan keterampilan kesenian anak-anak dan remaja. Kelompok kesenian anak-anak dan remaja Suwaru cukup aktif, sering mengadakan show baik di gereja, sekolah, desa sendiri, maupun di desa lain. Jadi kegiatan yang dilakukan juga ikut mendorong kemajuan kesenian anak-anak, khususnya untuk seni tari dan seni suara. Tentu kita semua senantiasa mendoakan semoga kegiatan yang dilaksanakan tersebut akan membawa manfaat bagi masyarakat. (him)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *