Desain Grafis Masih Dipandang Sebelah Mata, Ini kata Mahasiswa Pegiat Desain

Infokampus.news, Malang – Bagi sebagian orang mungkin belum tahu apa dan bagaimana metode pembuatan desain grafis. Banyak kalangan menganggap orang yang mengerjakan suatu produk desain grafis hanya berdasarkan suatu hobi. Oleh karena itu, tidak jarang berbagai macam kalangan mendiskreditkan para disainer grafis hanya sebagai pekerjaan sampingan.

Desain Grafis, Sebuah Proses Seni Yang Dikerjakan Sepenuh Hati

Calvin Putra, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan apresiasi yang didapat dari para disainer grafis saat ini belum pada tempat yang seharusnya. Yang patut disayangkan, masih banyak kalangan yang meminta pengerjaan desain dengan cuma-Cuma, padahal pengerjaan desain tentunya dikerjakan dengan proses yang matang dan tidak asal-asalan.

“Padahal pengerjaan desain grafis itu dikerjakan dengan sangat matang, tidak asal-asalan. Tentunya dari pengerjaan yang tergolong harus sepenuh hati, apresiasi lebih pastinya diharapkan oleh para disainer. Apalagi pastinya karya yang dibuat tidak langsung diterima oleh banyak kalangan, harus ada perombakan dan revisi dari masukan pihak lain,” Paparnya.

Masih Ada Yang Minta Pengerjaan Gratis, Apresiasi Seni Desain Grafis Belum Setimpal

Minimnya apresiasi juga di rasakan bukan hanya mahasiswa UMM, namu juga dari mahasiswa kampus lain seperti UB. Rifqi Fathony, salah satu pegiat desain grafis yang juga mahasiswa Komunikasi UB berpendapat bahwa pengerjaan desain sendiri juga menyita waktu dan pikiran. Jadi, terkadang akan sangat mengeceqakan bila apresiasi yang diberikan tidak sesuai dengan proses pengerjaannya.

“Banyak juga misalnya teman, minta buatin poster tapi mintanya gratis karena sesama teman. Walaupun teman sih kita harusnya bisa mengapresasi lebih karya grafis yang kita buat, imbalannya pun tidak harus besar sebetulnya, tetapi sesuai saja,” Ungkapnya.

Desain grafis memang suatu pekerjaan yang proses pengerjaannya harus menggunakan hati. Karena desain grafis juga masuk dalam suatu proses seni visual yang mana haruslah mencangkup elem-elemen setetika layaknya karya seni lain seperti lukisan dan patung. Oleh karena itu, aprsesasi yang diterima oleh para pegiat desain diharpkan sesuai dengan apa yang dihasilkannya. (Uch)

Berita Terkait

  • Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mempertontonkan hasil karya mahasiswanya. Kali ini mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang menyelenggarakan pameran karya Desain Grafisnya di balut dalam kegiatan yang bertajuk “Artphobic”. Dalam gelaran pameran kali ini, sebanyak 700 karya seni 2 dimensi dan 3 dimensi dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dipertontonkan dalam kegiatan ini.
  • Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, 10 November, Kreavi bekerja sama dengan Tempo menggelar pameran grafis dengan tema Boeng Ajo Boeng”. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat berbeda, yakni pameran diselenggarakan di Gedung Tempo. Sedangkan pesta rakyat diselenggarakan di Museum Bank Indonesia, Jakarta.

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Resolusi UB 2017, ‘Bidikmisi Mahasiswa Difabel Dilonggarkan’

Tahun depan merupakan babak baru dalam pelaksanaan sistem kependidikan di Universitas Brawijaya Malang (UB). Salah satu wacana yang ingin dirumuskan...

Close