Di Umur Baru Universitas Ma Chung Juga Dapat Rektor Baru, Ini Harapan Ketua LLDIKTI

Infokampus.news, Malang – Di usia yang genap berusia 12 tahun, Universitas Ma Chung juga hari ini (8/7) resmi melantik rektor baru Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si.,. Berbagai prestasi sudah ditorehkan universitas ini namun nampaknya, hal tersebut belum membuat ketua LLDikti Suprapto, merasa puas.

Malah Suprapto menilai akhir-akhir ini Universitas Ma Chung kurang stabil dan cenderung menurun dari berbagai aspek. Ia juga penasaran dan ingin menyemangati agar kampus ini bisa melaju dengan pesat kembali.

“Saya juga penasaran ada apa, cari tahu dulu. Harapan saya tentu ingin kampus ini menjadi yang terbaik.” Ungkap Suprapto.

Menurut Dr. Chatief Kunjaya, rektor periode sebelumnya memang saat ini kemajuan zaman sangatlah pesat. Untuk itu ia berharap besar pada rektor Murpin agar bisa mengimbangi kemajuan zaman ini.

“2 tahun lalu teknologi blockchain diperkenalkan, baru kemarin ada yang datang menawarkan pada kita. Nah saya berharap di periode yang baru bisa mungkin dipelajari oleh mahasiswa atau bisa diimplementasikan pada umkm mitra kita.” Tukasnya.

Baca Juga :  Sambut Maba, Universitas Fajar Makassar Usung Tema Peduli Lingkungan

Peer ini ditanggapi dengan sigap oleh Dr. Murpin sebagai suatu pacuan agar bekerja dengan keras 4 tahun kedepan. Ia sendiri juga ingin memberikan berbagai gebrakan baru, salah satunya seperti saran rektor lama yakni memperkenalkan banyak hal baru ke dalam lingkup perkuliahan.

“Nanti akan kita pelajari sambil jalan, blockchain itu juga menarik. Sesuai dengan visi yang diusung dan diamanahkan oleh para pendiri Universitas Ma Chung 12 tahun lalu saat awal pendirian Universitas Ma Chung adalah Memuliakan Tuhan melalui akhlak, pengetahuan, dan kontribusi nyata sebagai insan akademik yang berdaya cipta, maka saya mendorong warga Universitas Ma Chung untuk mampu mengkonkritkan amanah tersebut melalui proses belajar mengajar maupun keluaran/lulusan universitas Ma Chung yang tidak hanya unggul di bidang akademik, namun memiliki karakter yang baik, pencipta harmonisasi kehidupan dimanapun dalam situasi apapun, serta jiwa kepemimpinan yang kuat berintegritas tinggi yang merupakan ciri khas keluaran/ sarjana yang dihasilkan Universitas Ma Chung ditenggah-tenggah tuntutan era generasi millenial dan era revolusi industri 4.0 dimana sangat potensial terjadi degradasi moralitas, etika, budi pekerti, pudarnya nilai relegiusitas, disrupsi local wisdom, krisis identitas dan disorientasi hidup,” jelas Dr. Murpin. (Pus)

Baca Juga :  Unisma Resmikan Kerjasama dengan 7 Perguruan Tinggi di Rusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *