Dibalik Tawa Warkop DKI, Alm Dono Merupakan Dosen FISIP UI

INFOKAMPUS.NEWS – Siapa yang tak kenal trio komedian Warkop DKI yang digawangi oleh Dono, Kasino dan Indro. siapa sangka pria yang bernama lengkap Drs. H. Wahyu Sardono merupakan dosen Sosiologi Universitas Indonesia.

Semasa hidupnya dibalik tingkah bodoh dan jenaka sang komedian, almarhum Dono merupakan Dosen sekaligus aktivis politik tulen. hal ini dibenarkan oleh putri sulung dari Almarhum Kasino.

“Dono adalah sosok seniman yang cerdas. tidak heran jika kecerdasan amlarhum menurun ke anak kedua Dono yakni Damar Canggih Wicaksono. Damar menyelesaikan studi S2 di Swiss dan S3 ahlik Teknik Nuklir di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss.

Pria kelahiran Solo 30 September 1951 ketika masih berstatus mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Indonesia, Dono bersama anggota warkop lainnya yang saat itu masih ada Kasino dan Nunu turut serta dalam aksi 1974, peristiwa itu dikenal dengan Malapetaka 17 Januari atau yang biasa disebut Malari.

Almarhum Dono kembali memperlihatkan kepeduliannya saat ikut berdemonstransi dnegan mahasiswa meskipun telah menjabat sebagai dosen UI. Menurut pengakuan wartawan senior Budiarto shambazy, Dono berani menghadang tentaran yang menyerbu kampus Universitas Katolik Atmajaya, Semanggi Jakarta.

Baca Juga :  AIABI Gelar Kongres dan Seminar Nasional di FIA Universitas Brawijaya, Salah Satu Agenda Pilih Ketum Baru!

“Pada remofrmasi 1998, beliau termasuk orang yang berperan besar ikut menyiapkan terms of reference untuk seminar, mengatur kunjungan ke DPR hingga menyiasati demo-demo mahasiswa” Ungkapnya.

Bukti bahwa Dono memang bukan pelawak biasa ia juga menulis novel. ada sekitar 4 novel yang ditulis olehnya dengan judul Cemara-Cemara Kampus (1988), Bila Satpam Bercinta (1999), Dua Batang Ilalang (1999), dan Senggol Kiri Senggol Kanan (2009).

Dua Batang Ilalang merupakan novelnya yang laris. Ditulis di sela-sela aktivitasnya menjadi pejuang reformasi ’98, setting dan ide cerita diambil tidak jauh-jauh dari sana. Ia menciptakan karakter utama sebagai mahasiswa yang ikut turun aksi sehingga dikeluarkan dari kampus. Hal-hal yang ia tulis sebenarnya sangat dekat dengan kondisi sosial yang ada sehingga sangat mengena ketika dibaca.

Itulah sisi lain Dono “Warkop” sang pelawak kondang tanah air yang bisa membuat netizen sekalian terkaget-kaget. Pasalnya, fakta-fakta Dono di atas belum banyak muncul ke permukaan. Publik hanya mengetahui sosoknya sebagai seorang yang humoris. (Edt)

 

Baca Juga :  15 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia Versi QS WUR Tahun 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.