Didik Nini Thowok, ‘Tradisi Indonesia Beragam, Bijaklah Dalam Berpikir’

Infokampus.news, Malang – Didik Nini Thowok, seniman yang telah berkecimpung di dunia seni selama puluhan tahun memberikan komentarnya terhadap situasi yang cukup kacau di Indonesia saat ini. Ia yang merupakan pecinta seni dan budaya mengimbau para mahasiswa agar bijak dalam berpikir tentang kemajemukan budaya Indonesia, saat acara rembug budaya yang digelar di Universitas Brawijaya beberapa waktu lalu.

“Kita harus bijak dalam berpikir, disini ada Hindu, Islam dan banyak agama lain serta banyak pengaruh tradisi budaya. Ini faktor yang melatar belakangi karakter setiap orang,” ujarnya.

Ia menyatakan opini sekaligus pengalaman pribadinya, dimana pengaruh budaya ini memiliki aturan yang beragam. Dari pengaruh yang beragam inilah kita bisa belajar memahami orang lain, bukan memerangi perbedaan.

“Jangan kita kroscek budaya dan dicampur aduk sehingga timbul perpecahan. Kita harusnya pahami dan ya sudah kita hormati, saya heran kenapa bangsa kita sekarang tidak appreciate itu,” tambahnya.

Seni Indonesia Paling Berbeda

Disamping perbedaan budaya yang menjadi bahan perpecahan masyarakat saat ini, disisi lain ia juga menyampaikan perasaan bangganya terhadap budaya bangsa Indonesia. Didik bahkan rela melepas karirnya sebagai dosen dan fokus untuk mengemban ilmu budaya langsung dalam masyarakat.

“Saya dulu dosen tapi saya keluar agar bisa bermasyarakat dan berkarya seni bebas,” paparnya sambil berbangga.

Dari pengalaman yang banyak itulah ia menjadi mahir dan terkenal hingga ke luar negeri serta memiliki kesempatan  belajar budaya luar negeri. Ia menyimpulkan sejauh pengalamannya dalam bermasyarakat dan bekerja seni di luar dan dalam negeri, hanya Indonesia yang berbeda.

“Saya sempat belajar budaya luar dan sangat beda dari Indonedia dari seninya, ragam gerak, ragam musik dan sebagainya. Kita ini paling beda dan kita harus bangga karena ini,” pungkasnya. (Pus)

Berita Terkait

  • Fotografi merupakan salah satu seni yang cukuo digandrungi anak muda di era sekarang, terlebih jika memang ada bakat untuk memotret dengan apik. Noval Arifudin, salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang karyanya ditampilkan dalam Pameran Foto Urip-Urip mengaku melihat sisi berbeda dari fotografi ini sendiri.
  • Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Brawijaya (UB) tahun ini kembali menggelar acara Dedicated Aesthetic di Aula FIB UB.
  • Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Religi Universitas Brawijaya (UB) menggelar salah satu program kerja terbesar mereka yaitu Festival Seni Religi (FSR). Sejumlah lomba yang dilaksanakan di Gedung Samantha Krida (Sakri) UB ini diantaranya sholawat Al-Banjari dan Duta Vokalis Gambus. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia.

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Manfaat Sastra Yang Banyak Orang Anggap Remeh!

Banyak orang yang menyukai sastra namun sangat sedikit yang mengerti bahwa manfaat membaca sastra sangatlah mendasar.

Close