Dies Natalis ke-37, Unisma Malang Ajak Masyarakat Sinau Bareng Cak Nun

Infokampus.news, Malang – Setelah sebelumnya Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan kegiatan berbuka puasa bersama anak yatim yang dihadiri dosen karyawan dan mahasiswa, kali ini dalam rangka kegiatan Dies Natalis ke-37, Unisma Malang mengajak masyarakat untuk Sinau Bareng bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng.

Berangkat dengan tema Urip Rahmatan Lil Alamin, Cak Nun yang datang pukul 21.00 malam ini menjelaskan bahwa pelaku perubahan utama itu Gusti Allah, “Sekaya apapun saya kalau bukan Ridho Allah tak tinggal, se-sengsara apa lek ridhomu itu disetujui Allah, ya lakonono,” tuturnya kepada Jamaah Maiyah (Sekumpulan orang yang menjadikan Cak Nun sebagai panutan) yang hadir.

Sesi selanjutnya yaitu diskusi mengenai tema antara Jamaah Maiyah dan Cak Nun,  jamaah yang berasal dari Pasuruan Fadli Romadhon dan Mohammad Hilmi menanyakan apa yang membuat cita-cita sejak dini ingin menjadi dokter, pilot dan guru tiba-tiba di usia dewasa luntur dan hanya menjadi karyawan pabrik dan apa sejatinya arti ikhlas di mata Allah.

Dengan tegas Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun yang kemarin baru berulang tahun menjelaskan bahwa “Di dunia tidak boleh nafsu sama ilmu, jadikan nafsumu itu untuk mudharat kepada Allah. Cita-cita sederhana manusia itu bukan jadi dokter atau guru, melainkan semua cita-citamu ditujukan kepada Allah. Dan sejatinya ikhlas itu mengikat diri antara kepercayaan diri dan cinta, cintai mereka semua manusia, mau kafir atau apapun jenisnya tapi jangan berharap balasan untuk dicintai, cintai mereka karena Allah,” ujar pria berusia 65 tahun tersebut.

Serangkaian acara yang diselenggarakan Unisma Malang untuk menyambut Dies Natalis ke-37 ini diselenggarakan pada hari Sabtu (02/06) lalu, sinau bareng Cak Nun kali ini tidak hanya untuk dosen, karyawan dan mahasiswa Unisma, melainkan dibuka untuk umum berlokasi di lapangan belakang Universitas Islam Malang.

Selama proses sinau bareng  “urip rahmatan lil alamin” yang dimulai pukul 19.30 WIB, pemantauan tim InfoKampus yang turut hadir di lapangan melihat Jamaah Maiyah anak-anak muda dengan rentan usia 20-35 tahun menjadi penggerak Maiyah di beberapa daerah, mereka adalah para penggiat yang memiliki kesadaran bahwa sebuah forum harus ada yang memegang kendali teknis, menggelar karpet,dan sederet tanggung jawab pasca maiyahan juga mereka kerjakan seperti dokumentasi foto, reportase, hingga evaluasi berjalannya forum maiyahan. (jul)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Terungkap! Owner Ayam Nelongso Ini Beberkan Tips Suksesnya di UNISMA!

Dalam guest lecture Entrepreneur yang digelar hari ini di Ruang Seminar gedung B Universitas Islam Malang (UNISMA), owner Ayam Nelongso,...

Close