Diklat 16 Blero Berikan Tontonan Dengan Tuntunan

Infokampus.news, Malang – Hari Sabtu (8/3) malam, terlihat keramaian di lapangan gedung A2 Universitas Negeri Malang. Ternyata, Unit Kegiatan Mahasiwa Universitas Negeri Malang yang bergerak di bidang operet dan kentrung, Blero, menggelar pentas pertama anggota diklat terbaru mereka.

Pementasan pertama diklat baru itu menggelar tiga macam pertunjukan seni. Yang pertama, sejak pukul 19.00 WIB, para pemain dari divisi music memainkan lagu-lagu popular yang telah diaransemen sedemikian rupa dengan alat-alat musik tradisional.

“Untuk aransemen lagu semacam ini, kami ber’kiblat’ kepada Kiai Kanjeng. Mereka bisa membuat music yang enak didengar dengan alat music tradisional, tapi masih berkesan modern dan tidak ketinggalan jaman,” tutur Yafi.

Yang kedua adalah pertunjukan kentrung kreasi yang mengambil tema ‘Televisi’. Tema ini dipilih oleh para anggota Karena mereka ingin mengekspresikan sindiran mereka tentang acara televisi yang kini sering kali tidak mendidik.

“Jaman sekarang kan acara-acara televisi itu Cuma bisa jadi tontonan saja, tidak bisa menjadi tuntunan. Karena itu kami ingin memberikan sindiran kami tentang acara televisi yang berkualitas,” terang mahasiswa berkacamata itu.

Wajibkan Proses Untuk Anggota Baru

Pentas yang digelar oleh Blero pada Sabtu malam kemarin ternyata semua panitia hingga pemainnya adalah anggota-anggota baru UKM tersebut. Para anggota diklat baru itu memang diharuskan memproses sebuah pentas setelah resmi bergabung dengan Blero.

“Ini cara untuk mengenalkan proses pentas ke anggota baru yang biasanya masih minim ke pengalaman bagaimana kegiatan mulai dari persiapan hingga pementasan.  Soalnya tidak mungkin proses belajar seperti ini diajarkan secara lisan, harus dengan praktek,” terang Ali Yafi, ketua umum UKM Blero periode 2016.

Setelah mendapatkan pengalaman proses pentas itu, diharapkan nantinya para anggota baru dapat semakin mengerti tentang seluk-beluk dunia belakang layar sebuah pementasan. Selain itu untuk mereka yang memilih divisi penampil dan masih malu-malu bisa menggunakan pengalaman itu untuk belajar mengatasi rasa malu mereka. (Art)

Berita Terkait

  • Tidak mudah untuk menggelar pertunjukan itu, sebelumnya, selama lebih dari tiga bulan, para anggota baru itu harus rutin melaksanakan proses persiapan pertunjukan.
  • "Mungkin Karena ada kesesuaian dengan selera orang-orang jaman sekarang ini ya alhamdulillah masih diminati,” kata Ketua umum Blero periode 2016, Ali Yafi.

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blero Kenalkan Diklat Baru Lewat Pentas

Tidak mudah untuk menggelar pertunjukan itu, sebelumnya, selama lebih dari tiga bulan, para anggota baru itu harus rutin melaksanakan proses...

Close