Djarot Saiful Hidayat: Alumnus UB Bergelar Pakar Pasar Tradisional Indonesia

Infokampus.news – Panggung politik Indonesia sepuluh tahun terakhir ini melahirkan tokoh-tokoh fenomenal yang berprestasi dalam mengelola daerah seperti Ridwan Kamil, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, hingga presiden kita, Joko Widodo. Dari sekian nama-nama besar tersebut, terselip satu nama besar yang tak boleh diabaikan. Dia adalah Djarot Saiful Hidayat.

Kiprah alumni Universitas Brawijaya ini tak perlu diragukan. Kemunculannya dalam kontestasi politik di Indonesia telah dimulai sejak era presiden Gus Dur. Djarot, begitulah panggilan akrabnya, merupakan sosok akademis yang namanya baru dikenal semenjak hadir sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta menggantikan Basuki Tjahaja Purnama yang naik menjadi Gubernur.

Sobat FoKus sudah mulai penasaran dengan sosok Djarot? Yuk, kita simak info dari alumni UB berikut!

Masa Kecil Djarot Saiful Hidayat Hingga Karir Cemerlang di Bidang Akademis

Masa Kecil Djarot Saiful Hidayat Hingga Karir Cemerlang di Bidang Akademis

Djarot dibesarkan dalam didikan keluarga abdi negara di mana ayahnya merupakan pensiunan militer dari detasemen perhubungan. Sejak kecil ia dibiasakan untuk bekerja keras. Mulai dari bertani, beternak, hingga berjualan di pasar. Prinsip “kerja apapun asalkan halal” dan “pendidikan tidak terputus” ditanamkan sejak dini untuk dijadikan bekal di masa mendatang. Kebiasaan inilah yang kemudian mengantarkannya hingga kuliah Ilmu Administrasi di Universitas Brawijaya dan Magister Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada.

Selesai berkuliah, ia memulai karier akademisnya menjadi dosen di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (FIA UNTAG). Kariernya di UNTAG dilanjutkan dengan menjadi Pembantu Dekan 1 FIA UNTAG, Dekan FIA UNTAG, hingga sempat menjadi Pembantu Rektor 1 UNTAG.

Dari Kota Bung Karno, hingga Ibukota

Dari Kota Bung Karno, hingga Ibukota

Di samping karier akademisnya yang cemerlang, Djarot juga membangun karier politiknya. Ia merupakan Walikota Blitar ke-21 selama dua periode, yakni 2000-2005 dan 2005-2010.

Dalam periode tersebut, Djarot berhasil menata ribuan pedagang kaki lima yang dulunya kumuh di sekitar alun-alun. Selain itu, ia melakukan pengelolaan yang baik pada pasar tradisional yang mampu mendongkrak perekonomian kota Blitar.

Pada kepemimpinannya juga Blitar menyabet berbagai penghargaan, seperti Adipura (2006, 2007, 2008), Upakarti (2007), Otonomi Award dari Jawa Pos, hingga status sebagai daerah terkaya nomor 2 di Jawa Timur.

Wagub DKI yang (Juga) Gemar Blusukan

Wagub DKI yang (Juga) Gemar Blusukan

Rekam jejak tersebut pada akhirnya membuat seorang Basuki Tjahaja Purnama terkesima. Seperti yang diketahui, ia mengangkat Djarot Saiful Hidayat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta meneruskan estafet kepemimpinan dari era Jokowi yang terpilih menjadi Presiden RI.

Djarot mencoba menerapkan sistem yang berhasil dilakukannya di Blitar. Ia berfokus pada pembenahan kawasan kumuh dan pasar tradisional. Hal ini yang kemudian membuatnya sering blusukan untuk mengetahui permasalahan langsung dari akarnya. Kebijakan-kebijakan yang berhasil diterapkan adalah tata kelola pasar tradisional dan pengentasan kawasan kumuh.

Yap, Sobat Fokus. Itu tadi adalah profil singkat dari tokoh profil yang juga alumni dari Universitas Brawijaya. Kehadiran beliau merupakan bukti nyata dari keberhasilan kampus membentuk dan menghasilkan pribadi yang hebat. Bukan tidak mungkin, kalian yang selanjutnya.

Cukup sekian, semoga tulisan ini menginspirasi Sobat Fokus sekalian. Semangat! (sig)

Sumber: Telegraf.co.id

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Dies Natalies Universitas Brawijaya
Dies Natalies Universitas Brawijaya ke-55, Ingin Lebih ‘Mendunia’!

dalam acara puncak Dies Natalies ke-55 yang digelar hari ini (5/1) UB Malang, di umur yang baru ingin lebih mendunia....

Close