Dosen Asing Bakal Menyebar di Indonesia

Kebutuhan peningkatan mutu perguruan tinggi nasional menjadi berkelas dunia sudah tidak dapat ditawar lagi mengingat kualitas perguruan tinggi di dunia internasional terus berkembang pesat dan kompetitif. Perhatian khusus telah dilakukan oleh jajaran pemerintah, antara lain dengan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan terbaru yang selaras dengan misi tersebut. Belum lama ini, pada Kamis (17/3), Dirjen SDID Ghufron menjadi pembicara dalam acara pertemuan Majelis Wali Amanat 11 Universitas PTN-BH di Aula Garuda Mukti, Gedung Rektorat Universitas Airlangga. Tema yang diusung “Dukungan Pemerintah dalam pengembangan PTN BH menuju World Class University” bersama staf ahli Kementerian Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Purwiyanto.

Beliau memaparkan kebijakan-kebijakan terbaru yang selaras dengan visi Universitas Kelas Dunia, serta target untuk masuk jajaran Top 500 Universities in the World yang ditujukan kepada lima universitas PTN-BH, yaitu ITB, UI, UGM, UNAIR, dan ITS. Diantara kebijakan tersebut adalah program untuk mendatangkan 40 dosen asing berkualitas dan Nomer Induk Dosen Khusus (NIDK).

Kemenristekdikti melakukan terobosan melalui Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti dengan menghadirkan 40 dosen asing berkualitas karena menyadari ketertinggalan Indonesia dengan negara-negara tetangga di ASEAN dalam hal produktivitas jurnal internasional. “Sebanyak 40 dosen asing itu akan disebar ke perguruan tinggi se-Indonesia namun diprioritaskan untuk 11 PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum),” kata Ghufron dalam acara seminar yang dihadiri oleh perwakilan Majelis Wali Amanat dari 11 PTN-BH di Surabaya, Jumat (18/3/2016). “PTN BH yang menginginkan dosen asing silakan mengajukan permohonan kepada Kemenristekdikti. Baru nanti akan kami rekomendasikan, dan jika penyerapan dan hasilnya bagus, tahun depan akan ditargetkan 100 dosen asing lagi,” ujarnya.

Dalam roadshow di Jawa Timur, selain menjadi pembicara di rapat koordinasi MWA 11 PTN-BH, Dirjen Ghufron mengunjungi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga, mengadakan audiensi dengan dosen-dosen Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) dan Universitas Trunojoyo Bangkalan dalam rangka sosialisasi kebijakan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK). “Kebijakan NIDK ini sebagai bentuk penertiban administrasi dosen di Indonesia dan sebagai solusi bagi staf pengajar tak ber-NIDN yang mempunyai beban jam mengajar namun tak diakui karena terkendala undang-undang dosen yang berlaku,” kata dirjen yang juga seorang dokter ini.

 

Sumber: Kopertis

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tren S-2 di Kalangan Masyarakat

Tidak bisa dipungkiri saat ini mungkin beberapa masyarakat beranggapan melanjutkan pendidikan lebih tinggi merupakan suatu tren. Selain untuk pekerjaan, juga...

Close