Prihatin Kondisi Masyarakat Terkini, Dosen FISIP UB Ajak Masyarakat Lebih Jeli Pilih Media Melalui Buku

Infokampus.news, Malang – Perkembangan teknologi yang semakin maju memengaruhi kehidupan masyarakat. Semenjak kehadiran internet, masyarakat memasuki dimensi kehidupan baru yang otomatis mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Peranan internet yang seharusnya memudahkan kehidupan manusia justru menjadi pisau bermata dua yang kemudian melemahkan nilai-nilai sosial. Hal tersebut disadari betul oleh Abdul Wahid, salah satu dosen pengajar di jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB). Kondisi sosial itu menginspirasi dosen FISIP UB tersebut untuk menulis buku berjudul “Masyarakat dan Teks Media”.

“Buku ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan saya melihat ekspresi kebebasan yang semakin tidak masuk akal di media sosial dan media-media mainstream lainnya. Banyak sekali komentar-komentar yang tidak akurat, tidak berdasar, dan terkesan ngawur. Maka dari itu, buku ini saya tulis sebagai upaya untuk menyadarkan dan memberikan gambaran bahwa segala informasi di media berbasis internet itu sebenarnya bukan informasi yang bisa dijadikan oleh masyarakat luas,” ujar Wahid pada Rabu (7/2).

Baca Juga :  3.779 Mahasiswa Baru UM Jalur SBMPTN dan Prestasi Daftar Ulang Hari ini

Menurutnya, kondisi yang demikian jika tidak segera ditanggulangi akan menciptakan generasi yang tidak semakin baik ke depannya. Perilaku tersebut dapat menjadikan masyarakat mendatang menjadi generasi yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. “Generasi depan akan muncul generasi yang suka marah, fitnah, karena media yang dikonsumsi sekarang berisi tentang hal-hal itu,” ungkap dosen pengampu Kajian Media ini.

Dosen FISIP UB Coba Yakinkan Kekuatan Masyarakat Melalui Bukunya

Buku ini menggambarkan tentang bagaimana informasi-informasi yang seliweran di dunia maya sebenarnya belum bisa dijadikan rujukan oleh masyarakat luas. Kebebasan berpendapat yang semakin hari tidak ada landasannya kemudian menuntun masyarakat terjebak dalam informasi yang tidak benar. Hal ini yang kemudian meyakinkan Abdul Wahid akan potensi masyarakat yang harus memiliki kekuatan menghadapi dominasi media di hadapannya.

“Dengan maksud, masyarakat tidak boleh dilemahkan dengan informasi apapun yang diproduksi oleh media. Masyarakat harus lebih aktif, dan punya kekuatan di hadapan teks media. Harapannya, masyarakat bisa menciptakan solusi alternatif yang bisa digunakan sebagai rujukan,” tukas dosen yang kerap disapa Wahid ini.

Baca Juga :  UWG Tingkatkan Kualitas Akademik

Selain itu, Wahid menekankan bahwa buku ini bisa dikatakan sebagai refleksi tentang kehidupan ber-media sosial kita. Seringkali didapati, bahwa media memproduksi sebuah konten secara massal tanpa mempertimbangkan konteks tertentu. Malahan, konten yang ada sekarang cenderung seragam yang mana tak sesuai dengan konteks tertentu.

“Kita sebagai masyarakat harus punya kekuatan dan bisa berpikir tentang kehidupan kita sendiri. Kita harus bisa membaca detail persoalan kehidupan kita agar kita bisa bersikap lebih akurat. Media merupakan bagian dari kehidupan sosial kita. Tapi kita harus menyadari bahwa media bisa bersifat bias, baik budaya, sosial maupun politik,” tutup Wahid. (sig)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *