Dosen UB Masuk Peringkat 10 Besar Peneliti Terbaik Indonesia, Rektor UB : Pastinya Bawa Dampak Positif Bawa Universitas

Infokampus.news, Malang – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB), Prof. Kurniatun  Hairiah berhasil masuk dalam jajaran 10 besar peneliti terbaik versi Webometrics yang dirilis pada Maret 2017. Pemeringkatan versi Webometric ini sendiri didasarkan jumlah sitasi dan h-index yang ada di google scholar. Dari 602 peneliti yang diranking di seluruh Indonesia, dosen FP UB Prof. Kurniatun Hairiah menduduki ranking ke-10. Kurniatun yang juga aktif di ICRAF (World Agroforestry Centre) dan CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research) memiliki h-index 33 dan jumlah sitasi 3422. Dosen UB lainnya yakni Dr. Akhmad Sabarudin menduduki urutan ke-92 dengan h-index 17 dan jumlah sitasi 898. Sementara itu, Prof. Wani Hadi Utomo dengan h-index 16 dan jumlah sitasi 1389 berada pada urutan ke-102.

Rektor UB : UB Akan Terus Perbaiki Peringkat, Namun Bukan Jadi Orientasi Utama

Rektor UB Prof. Dr. Mohammad Bisri, MS sendiri memberikan tanggapan terkait pemeringkatan internasional seperti Webometrics dan 4ICU tersebut. Guru Besar Teknik Pengairan ini menyatakan pihaknya berupaya untuk terus memperbaiki peringkat meskipun tidak hanya berorientasi pada hal tersebut.

“Kalau kita hanya terpaku pada pemeringkatan, hal lain seperti laboratorium menjadi terlupakan. Perbaikan seluruh aspek yang dilakukan terus menerus, menurutnya untuk memberikan landasan riil pada sebuah pemeringkatan. Sehingga persepsi orang dari pemeringkatan tidak berbeda jauh dengan realitas sebenarnya,” Ungkapnya seperti dikutip dari laman UB

Masuk 10 Besar Peneliti Terbaik Tentu Bawa Dampak Postif Bagi UB

Pemeringkatan ini juga dipastikan akan membawa dampak positif kepada UB. Menurut Prof. Bisri adalah dunia internasional menjadi tahu keberadaan UB. Selain itu, dari segi pemberian beasiswa pun bisa ada tren yang positif,mengingat pemberian beasiswa juga mengacu pada pemeringkatan perguruan tinggi. Karena arus global di antaranya, Rektor menegaskan tetap aktif pada setiap pemeringkatan, meskipun tidak perlu terlalu larut.

“Kalau keberadaan sebuah perguruan tinggi tidak dikenal, biasanya mereka akan enggan untuk menjalin kerjasama maupun kolaborasi riset,” kata dia.

Rektor UB : Potensi Penaikan Pemeringkatan Dari Segi Riset Sudah Ada

Terkait pemeringkatan riset misalnya, pihaknya mewajibkan mahasiswa magister untuk mengikuti konferensi internasional terindex scopus yakni dua mahasiswa magister untuk satu kegiatan. Selain itu, pihaknya juga mendukung pendanaan dan fasilitas bagi dosen baik senior maupun junior. Secara khusus, ia melihat munculnya bibit baru dalam penelitian seperti dari Fakultas Pertanian, FMIPA, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknologi Pertanian.

“Potensi ke depan sudah mulai terlihat, Terlebih dengan adanya motivasi dari berbagai program seperti pelaksanaan PHK (Program Hibah Kompetisi) research group, PHK buku, ketahanan jurnal, dan doctor mengabdi,” Ungkap Bisri. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hadir di UMM, Kepala Bagian Umum Ditjen Pajak Jakarta Sampaikan Pentingnya Pajak Bagi Negara

Infokampus.news, Malang - Ditjen Pajak jakarta hadir dalam rangaka mengisi seminar tentang Pajak Bertutur bertempat di Basement Dome UMM.

Close