Dosen UNIKAMA Ini Ubah Kripik Biasa Jadi Lebih Mahal!

Infokampus.news, Malang – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) digelar di Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Dalam tim yang terdiri dari Drs. Rusno, MM, dan Yoyok Seby Duanoko, S.Kom, M.Kom ini mampu memberdayakan dua kelompok usaha kripik di Desa Kendalpayak. Dua kelompok tersebut awalnya mengalami kendala dalam bidang produksi, pemasaran dan manajemen keuangan.

Mitra 1 adalah Misbachul Munir yang mempunyai usaha Kripik Singkong Cap Kunci, di Dusun Watudakon Desa kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Awalnya Munir memproduksi Kripik Singkong Cap Kunci hanya rasa original dengan kemasan produk disablon. Sementara itu, pemasaran hanya dititipkan di warung-warung kecil disekitar desanya dan belum dipasarkan melalui media online.

Selain pemasaran, manajemen keuangan hasil usaha masih bercampur dengan uang pribadi. Setelah adanya Program Kemitraan Mayarakat (PKM) dari UNIKAMA permasalahan tersebut dapat terselesaikan.

Saat ini Munir Mampu memproduksi Kripik Singkong Cap Kunci, dengan delapan Varian rasa, yakni: Rasa Original, Ayam Panggang, Jagung Manis, Spaghetti, pedas Manis, Keju, Balado, dan BBQ. Sementara itu, pemasaran sudah merambah ke minimarket dan melalui media online. Selain itu manajemen keuangannya juga sufah mulai tertata rapi dengan adanya pembukuannya.

Ada juga Opid yang mempunyai usaha ”Kripset Si Iteng” dari Dusun Segaran Desa kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Dalam pemproduksi ”Kripset Si Iteng” bapak Opid dibantu oleh 5 karyawannya. Setiap hari usaha Bapak Opid mampu memproduksi 80-150 kg kripset Si Iteng dengan rasa pedas dan original saja.

Proses pengemasan ”Kripset Si Iteng” masih menggunakan sulut apai dan label disablon. Tapi setelah adanya Program ini Opid Mampu memproduksi ”Kripset Si Iteng” dengan 5 Varian rasa, yakni: Rasa Original, Keju, Balado, BBQ dan Pedas dengan kemasan menggunakan alat siller dan desain kemasan menggunakan label Stiker.

Sedangkan pemasaran ”Kripset Si Iteng” sudah merambah ke minimarket dan luar kota serta media online. Sementara itu, manajemen keuangan juga sudah mulai dibedakan antara uang pribadi dengan uang hasil usaha.

Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Unikama. ”Dengan adanya kegiatan ini saya sangat terbantu dalam menjalankan usaha saya, terutama dalam bidang produksi, pemasaran dan manajemen keuangan”. Ungkap Opid.

Hal senada juga disampaikan oleh Munir pemilik usaha Kripik Cap Kuci. ”Saya sangat senang dan terbantu terutama dalam peningkatan nilai jual kripik Cap Kunci, betapa tidak, awalnya saya hanya memproduksi kripik Cap Kunci dengan rasa original saja, tetapi setelah adanya PKM ini saya mampu memproduksi 8 Varian Rasa. ”, Tutupnya. (Pus/Hum)

Sumber: Humas UNIKAMA

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Kamu Ingin Jadi Pebisnis? Simak Ulasan Tantangan Ekonomi Indonesia vs Malaysia ini

Ternyata tantangan bisnis Indonesia dan Malaysia tidak jauh berbeda. Meskipun dari luar Malaysia terlihat lebih 'mapan' daripada negeri kita, namun...

Close