Dosen Universitas Kanjuruhan Malang Dapatkan Sertifikat Hak Cipta Melalui Karya Tulis “Penyair Tengger”

Infokampus.news, Malang – Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) selalu memiliki prestasi – prestasi yang membanggakan. Tidak hanya mahasiswa, namun dosen – dosen UNIKAMA juga memiliki prestasi – prestasi membanggakan.

Sebagai kampus sendiri UNIKAMA sangat produktif mendorong bakat – bakat kreatif dan inovatif yang dimiliki mahasiswa dan dosennya.

Gatot Sarmidi, dosen FBS UNIKAMA baru – baru ini mendapatkan sertifikat hak cipta melalui karya seni yang dibukukannya. Buku yang berisi kumpulan puisi miliknya berisi tentang kehidupan orang – orang di lingkungan Tengger. Buku berisi 25 kumpulan puisi karya Gatot Sarmidi ini diberi judul “PENYAIR TENGGER”.

“Untuk judul buku sendiri saya terinspirasi dari seorang tua yang biasa menyebutnya sebagai penyair tengger,” ungkapnya.

“Beberapa puisi berhubungan dengan masyarakat tengger, termasuk alamnya. Puisi – puisi ini adalah pengaplikasian saya pada sebuah cacatan perjalanan dan beberapa pengetahuan saya mengenai Tengger,” paparnya.

Kumpulan puisi yang berisi 25 judul itu diantaranya: Penyair Tengger, Kabut di Batas Penantian, Kota Senja, Lari di Persimpangan, Nyanyian Seruling Parau.

“Penulisan buku ini sendiri saya kerjakan dalam waktu singkat, hanya satu minggu saja. Berangkat dari catatan – catatan ringan saja, saya mengumpulkan 25 buah judul puisi dalam buku itu,” ungkapnya.

Berawal Dari Bangku SMP, Dosen Universitas Kanjuruhan Malang Menjadi Penyair Handal

Gatot Sarmidi adalah penyair yang sudah sejak di bangku SMP gemar menulis sajak.

“Di turen saya punya kelompok anak – anak remaja yang suka sastra pada waktu itu. Namanya Ressaz. Maksudnya remaja sastra. Salah satunya menjadi teman sekelas di SMAN 5 Malang. Sama – sama mengambil jurusan bahasa, karena ingin belajar sastra. Akhirnya saya masuk IKIP Negeri Malang mengambil jurusan bahasa dan sastra Indonesia,” ungkapnya.

“Saya menulis puisi dan cerita pendek. Selanjutnya, menulis puisi menjadi kegemaran sehari – hari. Puisi – puisi saya ada yang saya bukukan, ada yang tidak terurus bahkan terbuang, dan baru satu kumpulan saya coba di Haki-kan. Mungkin yang lain akan saya susulkan di Haki-kan juga. Itu untuk mendongkrak Haki karya – karya dosen atau mahasiswa di UNIKAMA,” paparnya.

Sedang hak cipta diuruskan oleh universitas Kanjuruhan Malang melalui sentra Haki di LPPM.

“UNIKAMA sangat mendukung, buktinya hak cipta diuruskan oleh UNIKAMA,” sambungnya.

“Semangat berkarya dan karya saya dikenal oleh banyak orang,” tutupnya. (has)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mulai dari Oxford hingga Todai

Beberapa contoh universitas bergengsi di luar negeri yang dapat ditempuh lewat beasiswa LPDP adalah University of Oxford dan The University...

Close