Dosen UWG Luncurkan Terobosan Terbaru “Mesin Blender Sampah Organik”

Infokampus.news- Salah satu dosen Universitas Widyagama Malang (UWG), Aviv Yuniar Rahman, ST, MT keluarkan trobosan terbaru. Pada tahun ini Aviv keluarkan inovasi yang berbeda dari apa yang sudah ada. Hal ini merupakan wujud dari kepeduliannya terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan khususnya adalah bahaya sampah yang menumpuk. Menanggapi permasalahan sampah tersebut, Aviv yang merupakan salah satu dosen Program Studi Teknik Informatika ini kemudian ciptaan teknologi tepat guna.

Dalam penciptaan inovasinya ini Aviv tidaklah sendiri, bersama dua rekannya yaitu Feddy Wanditya Setiawan, S.T, M.T dan April Lia Hananto, S.Kom, M.Kom, menggandeng mitra usaha CV RAJ Organik (Rumah Alam Jaya Organik) yang berlokasi di RT 007 RW 004 Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang. Pada kegiatan penciptaan karyanya, Aviv dan rekan-rekan memanfaatkan dana hibah pengabdian masyarakat Kemenrisetdikti, yang berjudul proposal PKM “UMKM Pengolahan Sampah Organik sebagai Pakan Cacing di Kecamatan Sukun Kota Malang”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi pakan cacing dari bahan sampah organik dan mengurangi menumpuknya sampah lingkungan.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

Karya inovasi Aviv yang diberi nama “Mesin Blender Sampah Organik” ini merupakan teknologi tepat guna yang diperkenalkan kepada masyarakat Sukun melalui CV ARJ Organik. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni yang pertama adalah tahap penyuluhan dan pelatihan manajemen keuangan, pemasaran, dan proses produksi. Kemudian tahap kedua adalah pelatihan dan pendampingan yang kemudian akan dilanjutkan dengan pengenalan MBSO (Mesin Blender Sampah Organik).

Berbeda dengan mesin sebelumnya yang hanya melakukan dua tahapan proses produksi , MBSO milik Aviv ini dengan memiliki tiga tahapan. Tahapan baru dalam MBSO ini adalah adanya proses fermentasi kedua yang menghasilkan cacahan sampah organik sampai berbentuk bubur. Pada proses terakhir ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan jumlah produksi pakan cacing.

Untuk membuktikan MBSO ini, Aviv dan rekan-rekan melakukan uji coba dengan memberikan 25 kg pakan sampah organik kepada 1 kg cacing. Hasil dari cacahan sampah organik dengan satu tahap, dilahap oleh cacing selama 7 hari, hasil cacahan sampah organik dengan dua tahap dihabiskan dalam 3 hari, dan hasil cacahan sampah organik tahap ketiga dengan MBSO ini menghasilkan bubur sampah organik yang dihabiskan hanya dalam kurun waktu 2 hari.

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Aviv dan UWG berharap agar kedepannya MBSO ini dapat bermanfaat tidak hanya hanya untuk masyarakat Sukun saja, melainkan untuk seluruh masyarakat Kota Malang yang memproduksi pakan cacing. (Sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *