Dye Syntesiser Solar Cell (DSSC) Buatan Guru Besar UM Bidang Fisika

INFOKAMPUS.NEWS – Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si dikukuhkan menjadi Guru besar UM di Bidang Fisika Material di Lantai 9 Graha Rektorta UM pada Senin (25/11/19). Tema Pidato pengukuhannya adalah “Menyelami Kesederhanaan Struktur, Memanfaatkan Derajat Kompleksitas Material”.

Dimana dalam Pidato pengukuhan, Ia  menekankan pentingnya memahami peran struktur, baik struktur Kristal, struktur mikro maupun struktur desain material menjadi rukun untuk dapat mengendalikan sifat fisis maupun pemanfaatannya.

Menurutnya,  sifat material  kompleks,maka perlu ada yang dipilih atau ditonjolkan dalam pemanfaatan sebagai piranti elektronik permanen energi dan penyimpan energy terbarukan. Fokus kajian utamanya adalah sintesis serbuk superkonduktor, kawat maupun kristal tunggal superkonduktor.

Pengalaman Riset

Berbagai laboratorium baik nasional maupun internasional telah dikecapnya. Pengalaman itu antara lain, 2 tahun di Van der Waals-Zeeman Institute, Universiteit van Amsterdam, 3 bulan di Slovak Academy of Science, Bratislava, dan 4 bulan di Rejk Universiteit van Groningen.

“Saya mencoba membuat sebuah alat dengan piranti elektrik untuk mengubah energi  panas menjadi listrik,” ungkapnya.

Perjalanan Pendidikan

Saat kuliah S2 di KBK MFM (Material Fungsional dan Magnetik) ITB, Ia mnedapat bimbingan Prof. Tjia May On (Alm.)  dalam mengkaji Evolusi fase superkonduktor  Bi2-X Pbx Sr2 Ca2 Cu3 O10+d (disingkat dengan fase Bi-2223), Bi-2212, dan Bi-4435 berbagai doping dan waktu isotermik dan temperatur.

Baca Juga :  Ghost Writer 2 Akan Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 21 Juli 2022, Simak Sinopsisnya!

Semasa kuliah S3 di Fisika ITB, ia  masih melanjutkan bidang superkonduktor dengan judul Efek doping pada struktur kristal RE-214 dan Efek Adisi pada struktur mikro BSCCO/Ag: Kajian struktur dengan sifat superkonduktivitas dan mekanisme pinning.

Pengalaman menekuni berbagai struktur dan kaitannya dengan sifat material yang kompleks tersebut semakin menyadarkan betapa pentingnya meyelami struktur untuk mengatur sifatnya.

Setelah kembali ke kampus tercinta UM, Ia sedikit membelokkan haluan riset (bukan hanya karena keterbatasan alat dan dana).

Berita besar terkait menipisnya cadangan energi berbasis fosil dan batu bara menjadi renungan. Dimulailah riset material berbasis bahan alam seperti mineral, batuan, tanaman eceng gondok, tanaman, buah-buahan berwarna untuk dijadikan sebagai bahan dasar elektronik dan devais harvesting and storing energies

Hasil Riset dan Pencapaian yang diraih

Aktivitas riset dan pengabdian tentang mineral yang dilakukannya telah menjadikan pemerintah memberikan pendanaan Hilink dan merupakan pertama kali di kampusnya.

Setelah itu menghasilkan gelas fungsional yang konduktivitas dan transparansi dikendalikan oleh dopan, medan magnet, medan listrik, dan cahaya. Berlanjut pada modifikasi struktur mikro dan meso, dan kluster bahan alam.

Baca Juga :  7 Peluang Kerja Teknik Nuklir yang Perlu Diketahui!

Semenjak 2009 telah memulai menghasilkan nano kristal metal seperti tembaga, dan banyak terkait perak dan turunannya. Selanjutnya, berbagai oksida logam juga dipelintir menjadi ukuran satu per miliar meter (nano). TiO2, ZnO, SnC2 merupakan bahan utama untuk menghasilkan solar cell khususnya menggunakan pewarna (dye) alami dari tumbuhan, getah, maupun buah dan daun berwarna.

Ia dan timnya MD_Production juga telah membangun lab dan menghasilkan superkapasitor yang mumpuni. Superkapasitor berbagai dasar bahan alam, blotong, celulosa alam, karbon dan turunannya.

Tahun ini memulai membuat prototype superkapasitor coin cell low voltage. Tahun berikutnya akan meghasilkan silinder dan batterey replacemen dan mulai membangun superkapasitor untuk supercharging station. Dalam pengembangannya secara khusus Ia telah menggandeng SUT Thailand, UM Malaysia, dan beberapa institusi nasional.

Tidak berhenti disitu Ia dan timnya telah berhasil memperoleh hibah untuk penggabungan DSSC solar cell dan Superkapasitor dalam satu heterostruktur Solar-Superkapasitor. Berkat ide ini, pendanaan INSINAS telah diraih untuk pertama kali di kampusnya.

Baca Juga :  10 Skill Fresh Graduate yang Harus Dimiliki, Memudahkan Untuk Diterima Kerja

Sejak tiga tahun lalu, Ia dan timnya telah merintis kerjasama riset termoelektrik dengan pihak University Malaya. Termoelektrik merupakan piranti yang mengubah energi panas menjadi energi listrik.

Secara fundamental, kita masih memerlukan penguasaan keilmuan terkait struktur kristal, ukuran tatanan dan modifikasinya, agar diperoleh material fungsional yang multifungsi dengan efisiensi tinggi. Kerjasama riset fundamental keilmuan, pengembangan material, dan rekayasa dengan berbagai pihak diharapkan membuka kran tripple helix: Universitas, Pemerintah, dan Industri untuk kemajuan bangsa.

“Penelitian berbasis mineral, berbasis alam seperti tanaman enceng gondok dan buah-buahan berwarna  untuk dijadikan bahan dasar elektronik. Salah satunya pembuatan solar cell” ujarnya.

“Solar cell ini kami beri nama Dye Syntesiser Solar Cell (DSSC). ” tambahnya. Ia berharap melalui pengembangan tersebut  dapat menjadi super kapasitor ke depannya.  Dimana Super kapasitor ini diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dari pada kapasitor yang ada saat ini.

Jika kita dapat memilih, menyelami dan mengatur struktur material kita juga dapat mengendalikan sifat fisik dan pemanfaatannya terutama untuk menghasilkan dan menyimpan energi yang ramah, terbarukan dapat segera terwujud dan terus meningkat. (Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published.